JAKARTA, (ERAKINI) – Libur Lebaran segera berakhir. Masyarakat yang pulang kampung alias mudik, kini bersiap kembali ke kota asal. Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada Selasa (24/3/2026).
Di tengah perjalanan panjang kembali ke kota asal, salah satu risiko terbesar yang kerap diabaikan adalah mengemudi dalam kondisi mengantuk. Padahal, mengantuk saat mengemudi menjadi penyebab utama kecelakaan. Bahkan, kondisi ini sama berbahayanya dengan mengemudi dalam keadaan mabuk.
Sebab, ketika mengantuk tubuh dan otak mengalami kelelahan. Pada kondisi ini, otak tidak dapat berkonsentrasi dengan baik selama perjalanan. Akibatnya, pengemudi menjadi kurang waspada.
Rasa kantuk saat berkendara bisa disebabkan oleh kurang tidur, gangguan tidur, kelelahan akibat kemacetan, hingga efek obat-obatan tertentu.
Sayangnya, tidak semua pengemudi menyadari ketika dirinya mulai mengantuk. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sering menguap, pandangan tidak fokus, sulit menjaga kepala tetap tegak, kelopak mata terasa berat, serta kesulitan berkonsentrasi.
Pentingnya Istirahat sebelum Berkendara
Untuk mencegah risiko kecelakaan, pastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum berangkat. Jika menempuh perjalanan jauh, usahakan tidur cukup selama 7–8 jam.
Kurang tidur, terutama di bawah enam jam, terbukti meningkatkan risiko kecelakaan. Istirahat yang cukup membantu menjaga fokus dan energi selama perjalanan.
Selain itu, jangan lupa makan dengan porsi yang cukup sebelum berangkat. Hindari makan berlebihan karena dapat memicu rasa kantuk, namun jangan juga sampai kekurangan asupan yang bisa membuat tubuh lemas.
Konsumsi kafein seperti kopi juga bisa membantu menjaga kewaspadaan, namun tetap harus diimbangi dengan istirahat yang cukup.
Kapan Harus Berhenti dan Istirahat?
Meski sudah beristirahat sebelum berangkat, rasa kantuk tetap bisa muncul di tengah perjalanan, terutama saat menghadapi kemacetan. Jika itu terjadi, satu-satunya cara aman adalah berhenti sejenak untuk beristirahat.
Berikut waktu istirahat yang tepat, dirangkum Erakini, Senin (23/3/2026):
1. Istirahat Setiap 4 Jam Berkendara
Sesuai dengan saran Kementerian Kesehatan, pengendara perlu beristirahat sejenak setidaknya setelah empat jam berkendara. Manfaatkanlah waktu istirahat ini untuk tidur sejenak selama 15-20 menit, dan lakukan peregangan untuk menghilangkan pegal-pegal.
2. Berhenti Sejenak saat Tengah Malam
Waktu antara tengah malam dan dini hari adalah saat tubuh paling membutuhkan istirahat. Memaksakan tetap menyetir tentu sangat berbahaya. Jika tidak dapat melanjutkan perjalanan di tengah malam, sebaiknya tidurlah di rest area sampai kantukmu hilang. Atau, bisa bermalam di hotel dan membagi perjalanan menjadi dua bagian.
3. Merasa Pusing atau Mual
Tidak hanya mengantuk, pusing atau mual juga bisa menjadi pertanda tubuh butuh istirahat. Jika sudah merasakan gejala ini disertai dengan kurang enak badan, maka segera cari rest area dan istirahat sejenak. Bisa minum obat untuk menghilangkan rasa mual.
4. Menunjukan Ciri-ciri Mengantuk
Beberapa orang terkadang tidak sadar bahwa dirinya tengah mengantuk saat menyetir. Untuk itu perlu tahu tanda-tandanya sebelum tertidur di mobil.
Jika mulai menguap tidak terkendali, tidak ingat mengemudi beberapa kilometer terakhir, merasa kepala mulai miring, atau bahkan ada pengemudi lain yang membunyikan klakson ke arah kendaraanmu, ini tandanya harus segera menepi dan beristirahat sejenak.