Search

Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang yang Jadi Pejabat Negara dan Petinggi Partai

JAKARTA, (ERAKINI) - Alumni SMA Taruna Nusantara saat ini banyak yang sukses berkarier, termasuk di pemerintahan dan politik. Tercatat sejumlah lulusan SMA Taruna Nusantara pernah menduduki posisi strategis di instansi pemerintah, bahkan menjabat menteri.

SMA Taruna Nusantara yang resmi berdiri pada tahun 1990 telah melahirkan banyak lulusan top. Karenanya, sekolah yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, ini termasuk salah satu sekolah terbaik di Indonesia.

Walaupun sekolah berbasis semi-militer, bukan berarti alumni SMA Taruna Nusantara harus berkarier di TNI dan Polri. Banyak juga alumni SMA Taruna Nusantara yang sukses jadi pebisnis, akademisi, hukum, politik, dan pemerintahan.

Dari puluhan alumni yang sukses meniti karier, Erakini merangkum sejumlah alumni SMA Taruna Nusantara yang berkarier moncer di pemerintahan dan politik.

Diolah dari laman resmi SMA Taruna Nusantara dan Wikipedia, Rabu (28/2/2024), berikut deretan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang yang menjabat di pemerintahan dan politik:

1. Agung Wicaksono
Agung Wicaksono merupakan angkatan ketiga SMA Taruna Nusantara dan lulus tahun 1995. Ia kemudian meraih gelar sarjana jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2000.

Agung saat ini menjabat Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Negara Nusantara sejak 16 Februari 2023. Di IKN ia bertanggung jawab untuk mendatangkan investasi.

Agung sebelumnya pernah menjabat Asisten Ahli Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan/UKP4 (2009-2014),  Wakil Ketua Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional/UP3KN di Kementerian ESDM (2014-2016), Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Oktober 2016), Direktur Utama PT Transjakarta (30 Oktober 2018-23 Januari 2020) dan Managing Director PT Jababeka Infrastruktur (2021)

2. Ari Juliano Gema
Ari Juliano Gema merupakan angkatan kedua SMA Taruna Nusantara dan lulus tahun 1994. Setelah lulus SMA Taruna Nusantara ia mendapat gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, Ari pernah menjabat sebagai Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi di Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia, dan Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebelum bertugas di pemerintahan, Ia bekerja sebagai pengacara bidang teknologi informasi dan hak kekayaan intelektual (HKI). Setelah tugasnya di pemerintahan selesai, ia kembali bergabung di AHP sebagai Partner, dengan fokus praktik di bidang kekayaan intelektual dan entertainment.

3. Febrio Nathan Kacaribu
Febrio Nathan Kacaribu merupakan angkatan ketiga SMA Taruna Nusantara ((1993-1996). Selanjutnya, Febrio menjadi mahasiswa jurusan Akuntansi di FEB UI, namun pada tahun kedua pindah menjadi mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan (Ilmu Ekonomi).

Setelah lulus dari FEB UI pada tahun 2002, Febrio melanjutkan pendidikan Master di bidang Ekonomi Pembangunan Internasional di Australian National University (ANU), Australia dan lulus pada tahun 2005.

Setelah itu, Febrio menempuh pendidikan Doktor di bidang Ilmu Ekonomi di University of Kansas, Amerika Serikat dan lulus pada tahun 2012.

Ia saat ini menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan, sejak 3 April 2020. Sebelum menjadi Kepala BKF, Febrio memiliki latar belakang sebagai seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) serta peneliti senior di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI.

4. Rachmat Kaimuddin
Rachmat Kaimuddin lulus dari SMA Taruna Nusantara tahun 1997. Rachmat lalu melanjutkan kuliah ke Massachusetts Institute of Technology, Boston, Amerika Serikat (AS) dan meraih gelar BSc bidang teknik listrik pada 2001. Setelah itu, ia menyabet gelar MBA bidang administrasi bisnis di Stanford Graduate School of Business pada 2008

Ia pernah dipercaya oleh almamaternya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara periode 2014–2017. Saat ini, ia menjabat Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi di Kemenko Maritim dan Investasi. Ia mulai dikenal publik saat menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak sejak 6 Januari 2021 hingga 28 Desember 2021.

5. Aditya Halindra Faridzky
Aditya Halindra Faridzky lulus dari SMA Taruna Nusantara tahun 2010. Setelah lulus ia melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (2010- 2011) dan Universitas Airlangga (2011- 2014).

Aditya merupakan Bupati Tuban periode 2021-2024. Semasa sekolah ia pernah menjabat Sub Seksi OSIS SMA Taruna Nusantara (2008-2009) dan Pramuka SMA Taruna Nusantara (2007-2010).

Ia pernah menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tuban (2020-2025),  Komisaris CV Sembilan-Sembilan (2011-2021), Komisaris PT Sembilan-Sembilan Tuban Perdana (2011-2021), Komisaris PT Ariesta Tuban (2011-2021), dan  Anggota DPRD Jawa Timur (2019-2020).

6. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
AHY merupakan alumni SMA Taruna Nusantara yang saat ini menduduki posisi terbaik di pemerintahan. AHY merupakan alumni SMA Taruna Nusantara yang menjabat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional sejak 21 Februari 2024.

AHY merupakan salah satu lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara angkatan 1997. AHY meraih Garuda Trisakti Tarunatama Emas, predikat sebagai lulusan terbaik. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akmil.

AHY saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat sejak tahun 2020 menggantikan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY juga pernah menjabat Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), pendiri AHY Foundation dan pendiri Komunitas Overlanding Indonesia, sebuah komunitas penjelajah alam nusantara. AHY lama berkarier di milter dengan pangkat terakhir Mayor.

7. Sugiono
Sugiono satu angkatan dengan AYH di SMA Taruna Nusantara. Ia kemudian menempuh pendidikan S1 Teknik Komputer di Universitas Norwich, S2 Magister Manajemen dan Magister Bisnis University of Konstanz.

Sugino saat ini menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2019–2024. Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah I, meliputi Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Salatiga, dan Kota Semarang. Sugiono merupakan kader Partai Gerindra yang bertugas di Komisi I DPR DI.

Sugiono berlatar belakang prajurit Kopassus dengan pangkat terakhir Letnan Satu. Ia juga Sekretaris Pribadi Prabowo Subianto yang pernah menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi dan Informasi Strategis DPP Partai Gerindra (2014–2020), anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra (2014-2020),  Wakil Ketua Harian DPP Partai Gerindra (2020-2025)

8. Danang Wicaksana Sulistya
Danang Wicaksana Sulistya lulus SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 1997. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra Bidang Informasi Strategis dan pernah menduduki berbagai jabatan, termasuk Ketua DPD Gerindra Provinsi Kalimantan Timur periode 2018-2019.

Lulusan Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia ini tercatat pernah maju dalam Pilkada Sleman sebagai wakil bupati dan berpasangan dengan Yuni Setia Rahayu, tapi kalah dari pasangan Sri Purnomo-Sri Muslimatun

9. Sigit Raditya
Sigit Raditya merupakan salah satu pejabat fungsionaris Partai Demokrat yang sekarang menjabat sebagai Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025.

Ia lulusa SMA Taruna Nusantara tahun 1997. Setelah menamatkan SMA Taruna Nusantara, Sigit mengikuti Pendidikan Militer di ROTC Norwich University, Amerika Serikat dan lulus pada tahun 2000. Ia meraih gelar Bachelor of Computer Information System pada tahun yang sama.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia merupakan Komandan Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam Subang pada tahun 2018-2019 dan pada tahun 2019 memutuskan untuk pensiun dini dari dunia militer yang sudah digelutinya selama selama 19 tahun sejak lulus dari Pendidikan Militer.

10. Agust Jovan Latuconsina
Agust Jovan Latuconsina atau yang akrab disapa Jovan, adalah Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, dan juga seorang kandidat Doktor dari Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga, Surabaya.

Ia lulus SMA Taruna Nusantara tahun 1997. Lulus dari SMA Taruna Nusantara, Jovan diterima sebagai Taruna Akmil. Usai menjalani Pendidikan selama tiga setengah tahun, ia lulus sebagai Perwira TNI berpangkat Letnan Dua (Letda) dengan kecabangan Infanteri (Inf).

Jovan menjalani karier sebagai militer profesional di TNI selama 19 tahun. Pada bulan September 2013, ia sempat bergabung di Staf Kepresidenan Bidang Komunikasi Strategis (2013–2014). Lalu 8 bulan kemudian ia berangkat mengikuti Pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) di Nanjing Army Command College (NACC), di Tiongkok, dan lulus sebagai salah satu siswa terbaik asal luar negeri dengan predikat Excellent Student.

Usai mengikuti Pendidikan Sesko di Negeri Tiongkok, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan Pendidikan (Kabagrendik) Akmil (2015–2016). Di sini ia sempat berjibaku untuk menyelesaikan revisi kurikulum Taruna Akmil yang digunakan saat ini. Delapan bulan berdinas di Akmil, ia kemudian ditarik menjadi Kepala Staff Pribadi (Kaspri) Pangkostrad (2016-2017).

Pada awal tahun 2019 ia memutuskan untuk pensiun dini dari dunia militer. Ia bergabung dengan Partai Demokrat yang pada saat itu menjabat sebagai Deputi Operasi Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat periode 2019-2020.

Saat ini Jovan dipercaya AHY untuk menjabat sebagai salah satu pejabat teras Partai Demokrat, yakni sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2020 – 2025.

11. Herzaky Mahendra Putra
Herzaky Mahendra Putra merupakan politisi muda dan pengusaha asal Kalimantan Barat yang kini menjabat Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) dan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat.

Bersama AHY, Herzaky saat ini sedang menempuh studi di program doktoral Pengembangan Sumber Daya Manusia di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

Herzaky lulus SMA Taruna Nusantara tahu 1997. Di bangku SMA inilah kedekatan Herzaky dengan Agus Harimurti Yudhoyono bermula. Mereka merupakan teman seangkatan dan sama-sama aktif dan berprestasi. Jika AHY lulusan terbaik di keseluruhan aspek dan meraih penghargaan Garuda Trisakti Tarunatama Emas, Herzaky lulus dengan predikat terbaik di aspek akademis, untuk jurusan IPS, sehingga mendapatkan penghargaan Kartika Cendekia.

Tidak seperti kebanyakan lulusan SMA Taruna Nusantara yang lebih menempuh karir di dunia militer, Herzaky justru memantapkan pilihannya di dunia akademis. Ia diterima di Universitas Indonesia (UI), jurusan Ilmu Hubungan Internasional, melalui jalur prestasi alias jalur undangan.

Selama kuliah di UI, Herzaky semakin mengasah kepekaan sosial dan jiwa kepemimpinannya dengan aktif di dunia organisasi, baik intra kampus maupun ekstra kampus. Dengan dedikasinya di dunia organisasi saat di bangku kuliah, Herzaky terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa FISIP UI atau sekarang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).