Usal Usul Paket Ketupat dan Opor Ayam, Hidangan Khas di Momen Lebaran
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Di berbagai daerah Indonesia, dua hidangan khas selalu hadir saat Lebaran, yakni ketupat dan opor ayam. Paket hidangan ini selalu menghiasi meja makan pada momen Hari Raya Idulfitri.
Keberadaan ketupat dan opor ayan ternyata bukan hanya karena kelezatannya, tetapi juga memiliki makna dan filosofi mendalam. Dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (30/3/2025), ketupat dan opor ayam adalah simbol kebersamaan dan perdamaian yang tercipta pada momen Idulfitri.
Perpaduan keduanya tak hanya sekadar cocok dari segi rasa, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kebiasaan masyarakat Nusantara dalam mencocokkan sesuatu sebagai pengingat, yang dikenal dengan istilah "otak atik gathuk".
Ketupat, yang berasal dari kata kupat (singkatan dari laku papat), melambangkan empat aspek kehidupan, yaitu cipta (pikiran), rasa, karsa (sikap), dan karya (perbuatan). Ini menggambarkan refleksi diri yang harus dimiliki setiap individu sebagai manusia.
Sementara opor ayam menggambarkan ajaran hidup apura-ingapura atau ngapuro, yang berarti saling memaafkan, sebagai bagian dari tradisi yang mengedepankan perdamaian dan kebersamaan dalam keluarga.
Hidangan ini terdiri dari ayam yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah khas Indonesia, seperti serai, kencur, dan lengkuas, yang menciptakan cita rasa gurih yang khas.


















