Dr Tirta berhasil menyelesaikan program magister dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan waktu studi 1,5 tahun dan IPK cumlaude. Foto: ITB
BANDUNG, (ERAKINI) - Tirta Mandira Hudhi atau dikenal dengan panggilan dr Tirta berhasil menyelesaikan program magister dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan waktu studi 1,5 tahun. Ia lulus dengan predikat indeks prestasi kumulatif (IPK) cumlaude.
Dr Tirta mengambil program studi Administrasi Bisnis di Sekolah Bisnis dan Manajemen, Kampus Jakarta. Setelah diwisuda baru-baru ini, ia kini resmi meraih gelar Master of Business Administration (MBA).
Dr Tirta lalu berbagi cara agar cepat lulus kuliah dengan nilai bagus. Tipsnya adalah mengikuti alur, lebih awal mempersiapkan topik yang akan dijadikan tesis, dan manajemen waktu.
"Pertama, mengikuti alur saja. Poin kuncinya kalau di S2 selain merhatiin kuliah, kan di tesisnya ya, final project, dan itu harus publish (jurnal). Kalau bisa, ketika kita di semester satu atau saat kita masuk S2, kita sudah tahu ketertarikan atau final project-nya di bidang apa. Kebetulan saya suka di bidang digital marketing analysis dan ingin melihat relasi antara sepatu sama influencer, apakah berpengaruh atau tidak," katanya dikutip dari laman resmi ITB, Kamis (2/5/2024).
Dr Tirta mengatakan, topik tersebut sudah dikonsultasikannya sejak semester satu. Ketika memasuki semester tiga, proses pembuatan final project dapat berlangsung dengan cepat.
Selain itu, ia menerapkan manajemen waktu yang baik meski bekerja di luar waktu kuliah. Alhasil, tugas kuliah dapat diselesaikan dan pekerjaan tetap berjalan.
Selama berkuliah, ia mengaku memiliki pengalaman berkesan. Salah satunya pengalaman berkuliah bersama Nila Armelia Windasari dari Kelompok Keahlian Strategi Bisnis dan Pemasaran.
"Saya paling berkesan dengan Bu Nila. Bu Nila adalah dosen pembimbing saya sekaligus guru saya di semester satu. Beliau itu membuat saya revisi total sampai belasan kali. Tapi revisi itu tercermin baik di hasil ujiannya, saya bisa bagus," katanya.
"Bu Nila sempat berstatemen bahwa final project itu merupakan awal karena ke depannya job saya as a consultant dan pengusaha sering relate dengan tesis saya, yaitu dengan marketing analysis. Apa yang disampaikan oleh Bu Nila itu bukan hanya di bidang pendidikan saja, tetapi juga sangat bermanfaat bagi bisnis saya. Saya sering konsul juga masalah ke beliau, hitung-hitung konsul gratis," sambungnya.
Dr Tirta lalu berpesan terkait pentingnya penerapan ilmu selama berkuliah di kehidupan. Baginya, waktu lulus itu nomor dua, yang pertama adalah penerapan ilmunya.
"Karena S2 ini kan sebenarnya kita praktik, kita menerapkan teori yang kita pelajari selama di kuliah di dalam kerjaan sehari-hari. Mau kalian lulus tercepat pun kalau kalian tidak bisa menerapkan ilmu itu di realita sama saja percuma," tukasnya.
Oleh karena ia, ia menyarankan sebisa mungkin apa yang disampaikan dosen, berapa pun IPK-nya, yang penting bermanfaat bagi realitanya. "Jangan sampai kita S2 itu hanya mejeng gelar doang, tapi ilmunya tidak bermanfaat," ujarnya.
Setelah lulus S2 di ITB, dr Tirta berencana melanjutkan kuliahnya, baik program magister di perguruan tinggi lain dan program doktor di ITB. "Habis ini masih ngambil S3, rencananya di ITB lagi. Disertasinya di health dikaitkan dengan digital marketing sama AI," pungkasnya.