Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon: Sejarah Berdiri dan Keunikan Arsitektur Bangunan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Indonesia dikenal dengan negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Demikian pula dengan peninggalan sejarah, hampir semua tempat memiliki jejak.
Di Cirebon, Jawa Barat misalnya. Di tempat ini, ada Masjid yang kini telah menjadi wisata halal bagi masyarakat Muslim di Indonesia yakni Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
Masjid ini menjadi salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang hingga kini masih berdiri kokoh. Bangunan yang berada di kompleks Keraton Kasepuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi perkembangan Islam di Tanah Jawa sejak abad ke-15.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa terletak di sisi barat Alun-alun Kota Cirebon dan dikenal sebagai salah satu peninggalan penting Kesultanan Cirebon. Lokasinya yang berada di kawasan keraton menjadikan masjid ini memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus religius yang tinggi.
Berdasarkan catatan sejarah, masjid ini dibangun pada sekitar tahun 1480 atas prakarsa Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Barat.
Sementara itu, Sunan Kalijaga dipercaya menjadi arsitek yang merancang bangunan masjid. Perpaduan unsur arsitektur Jawa, Hindu, dan Islam tampak jelas pada bentuk bangunan yang tetap dipertahankan hingga sekarang.
Memiliki Arsitektur Khas
Masjid Agung Sang Cipta Rasa memiliki karakter arsitektur yang berbeda dibandingkan masjid-masjid modern. Bangunannya didominasi material bata merah dengan atap bertumpang khas arsitektur Nusantara.
Di bagian dalam, suasana tradisional masih terasa melalui penggunaan tiang-tiang kayu penyangga dan ornamen sederhana yang mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Jawa pada masa penyebaran Islam.

















