Muzakir Manaf Tawarkan Investasi Pariwisata Halal di Empat Pulau Aceh ke UEA
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, membuka peluang investasi kepada Uni Emirat Arab (UEA) di empat pulau yang sebelumnya sempat disengketakan dengan Provinsi Sumatera Utara. Keempat pulau tersebut adalah Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek.
Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (8/7/2025), Muzakir—yang akrab disapa Mualem—mengungkapkan bahwa fokus utama dari penawaran investasi ini adalah pengembangan sektor pariwisata halal beserta infrastruktur pendukungnya.
“Kami akan memfasilitasi langsung proses investasi di lapangan, baik di empat pulau itu maupun wilayah strategis lainnya seperti Aceh Singkil dan Sabang,” ujar Muzakir.
Penawaran investasi ini disampaikan langsung saat Muzakir bertemu dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, di Jakarta.
Pertemuan tersebut bertujuan mempererat hubungan kerja sama sekaligus membuka pintu kemitraan dengan negara-negara Timur Tengah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh.
“Kita terus berupaya membangun kemitraan investasi jangka panjang dengan negara-negara Timur Tengah demi mempercepat pembangunan di Aceh,” kata Muzakir.
Dia menginformasikan bahwa hasil dari pertemuan tersebut adalah rencana kunjungan para duta besar Timur Tengah beserta rombongan investor ke Aceh pada Oktober 2025.
Sebelumnya, keempat pulau yang kini menjadi lokasi prioritas investasi sempat memicu perselisihan antara Gubernur Aceh dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Polemik ini bermula dari perubahan status administratif pulau-pulau tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025, yang menetapkan bahwa keempat pulau masuk wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.


















