6 Tips Berburu Kuliner Halal di Eropa buat Pelancong dan Mahasiswa Indonesia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Di Indonesia dengan populasi muslim yang sangat besar, budaya Islam pasti sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ketika berada di negara dengan populasi muslim minoritas seperti di benua Eropa, suasananya tentu terasa berbeda.
Di Eropa tidak ada suara dengung masjid, restoran dengan logo halal berwarna ungu, dan meja penuh hidangan rumahan. Hal itu umum dirasakan pelancong Indonesia yang bepergian ke luar negeri, termasuk Fitri Rachmadita, mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi Food Quality Management di Wageningen University melalui beasiswa LPDP.
Bagi mahasiswa yang tinggal atau ingin jalan-jalan ke luar negeri, tentu tidak ingin melewatkan kuliner khas setempat. Sudah jauh-jauh melancong ke Italia, pasti ingin menikmati lezatnya panna cotta dan spaghetti bolognese.
Bergeser sedikit ke wilayah selatan, ada makanan khas Spanyol bernama paella yang cocok bagi pencinta seafood. Sayangnya, beberapa makanan tersebut berpotensi mengandung alkohol sehingga tidak bisa dikonsumsi oleh muslim.
Menurut Fitri, banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat berburu kuliner di negara-negara dengan populasi muslim minoritas, termasuk di Eropa. Namun, tidak perlu khawatir. Ada banyak langkah praktis yang bisa dilakukan untuk menikmati hidangan khas tanpa ragu.


















