Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Umat Islam tapi Solusi bagi Semua
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) RI Prof Nasaruddin Umar menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak lagi dapat dipandang sebagai sistem ekonomi yang eksklusif bagi umat Islam.
Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam ekonomi syariah justru relevan untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi global karena menekankan aspek keadilan, transparansi, dan sosial.
“Ekonomi syariah bukan hanya untuk umat Islam, tetapi merupakan konsep yang membawa rahmat bagi seluruh umat manusia (rahmatan lil ‘alamin),” kata Nasaruddin seperti dilansir dari situs resmi Kemenag, Jumat (7/8/2026).
Menurut Prof Nasaruddin, gagasan mengenai relevansi ekonomi syariah dalam menghadapi krisis ekonomi juga pernah disinggung oleh mendiang Paus Benediktus XVI.
Dalam salah satu tulisannya, Paus Benediktus disebut menilai dunia perlu mulai meninggalkan sistem moneter yang terlalu spekulatif dan membuka ruang bagi prinsip-prinsip ekonomi yang lebih berkeadilan, termasuk yang terdapat dalam ekonomi syariah.
Prof Nasaruddin menjelaskan, salah satu contoh prinsip tersebut adalah sistem kemitraan berbasis mudharabah yang mengedepankan pembagian manfaat dan risiko secara proporsional, bukan semata-mata mengejar keuntungan finansial.
Dia menilai Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk mengembangkan ekonomi syariah. Selain menjadi negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia juga beberapa kali menempati posisi teratas dalam World Giving Index sebagai salah satu negara paling dermawan.


















