Masjid Raya Al-Akbar Surabaya (Foto: Surabaya Tourism)
JAKARTA, (ERAKINI) - Masjid Al-Akbar Surabaya bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol kebanggaan warga Kota Pahlawan dan Jawa Timur. Berdiri megah di atas lahan seluas 11,2 hektar di kawasan Pagesangan, Surabaya Selatan, masjid ini mampu menampung hingga 36.000 jemaah. Lokasinya yang strategis di tepi Jalan Tol Surabaya-Malang membuatnya mudah diakses sekaligus menjadi landmark kota.
Setiap hari, Masjid Al-Akbar Surabaya ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru daerah. Masjid megah yang menjadi salah satu ikon kota ini tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Muslim, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi.
Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan arsitektur masjid, suasana yang tenang, sekaligus berekreasi bersama keluarga. Kombinasi nilai spiritual dan pesona bangunan menjadikan Masjid Al-Akbar sebagai tujuan favorit bagi warga lokal maupun wisatawan luar kota.
Dilansir dari situs resmi Masjid Raya Al-Akbar, Rabu (17/9/2025), gagasan pembangunan masjid ini muncul pada era Wali Kota Surabaya Soenarto Soemoprawiro dan dimulai pada 4 Agustus 1995.
Peletakan batu pertama dilakukan Wakil Presiden Try Sutrisno, sementara peresmiannya dilakukan Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 November 2000. Sejak awal, Masjid Al-Akbar diproyeksikan sebagai Islamic Center dengan peran religius, kultural, edukatif, dan wisata religi.
Salah satu daya tarik utama Masjid Al-Akbar adalah kubah raksasanya yang berbentuk setengah telur dengan tinggi 27 meter. Kubah ini berdiri di atas piramida terpancung setinggi 11 meter dengan bentang tumpuan 54 x 54 meter. Bentuk unik ini dipadukan dengan teknologi konstruksi space frame dan perangkat CAD/CAE/CAM, yang memungkinkan struktur berdiri kokoh tanpa tiang-tiang penyangga besar yang mengganggu pandangan jamaah.
Untuk penutup kubah, digunakan dua lapisan: Atap Kedap Air (AKA) dan Enamel Steel Panel (ESP), material yang juga digunakan di Masjid Raya Selangor, Malaysia. Kombinasi ini menjamin kekuatan, ketahanan, dan keindahan kubah.
Keagungan Masjid Al-Akbar semakin terasa ketika pengunjung melangkah masuk. Sebanyak 45 pintu ukir dari kayu jati menyambut di gerbang utama. Di serambi depan, bedug dan kentongan berukir khas Jawa menambah nuansa tradisional. Di dalam masjid, dinding-dinding, mihrab, dan relung imam dipenuhi ornamen ukir bernuansa Nusantara. Di bagian atas, kaligrafi Al-Qur’an sepanjang 180 meter dan lebar 1 meter menghiasi ruang utama, menciptakan suasana teduh dan khidmat.
Keindahan Masjid Al-Akbar juga ditunjang oleh sistem pencahayaan modern hasil kerja sama dengan PT Philips Ralin Electronics. Pada malam hari, ketika seluruh tata lampu dinyalakan, masjid ini tampil anggun dengan kubah dan menara yang diterangi cahaya. Elemen interior lainnya termasuk kaca patri dengan teknologi Triple Glazed Unit yang berfungsi sebagai peredam suara sekaligus elemen dekoratif.
Sentuhan Akhir: Warna dan Marmer Lampung
Finishing masjid dilakukan dengan dominasi warna-warna cerah dan elegan yang menghadirkan kesan tenang dan sejuk. Untuk lantai, panitia memilih marmer berkualitas tinggi dari Lampung. Keputusan ini diambil setelah meninjau langsung lokasi penambangan dan mempertimbangkan kualitas serta ketersediaan warna yang sesuai. Marmer Lampung dipilih karena tahan lama, berkelas, dan lebih efisien secara biaya.
Masjid Al-Akbar Surabaya kini bukan hanya pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga destinasi wisata religi yang memadukan kemegahan arsitektur modern dengan sentuhan tradisi Nusantara. Keunikannya membuat masjid ini menjadi salah satu ikon penting yang memperkaya peta dunia Islam sekaligus kebanggaan masyarakat Jawa Timur.