Marisa Tomei Bongkar Kebiasaan Kuliner Aktor Kawakan Liam Neeson
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Aktor kawakan Liam Neeson ternyata punya kebiasaan kuliner yang tak banyak berubah, bahkan ketika harus menjalani syuting film di Australia.
Alih-alih menjelajahi berbagai tempat makan lokal, bintang film Taken itu justru berkali-kali menyambangi restoran Jepang Nobu.
Kebiasaan tersebut diungkapkan aktris Marisa Tomei, lawan main Neeson dalam film aksi-komedi The Mongoose. Dalam wawancara eksklusif dengan PEOPLE dikutip Jumat (29/10/2026), Tomei menceritakan perbedaan gaya mereka saat menikmati waktu luang selama berada di Australia.
“Liam sering pergi ke Nobu. Jadi, dia makan di Nobu beberapa kali. Saya lebih suka menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi,” kata Tomei, 61 tahun.
Ketika diingatkan bahwa restoran Nobu juga tersedia di New York, Tomei menanggapi kebiasaan rekan mainnya itu dengan santai.
“Dia suka apa yang dia suka,” ujarnya.
Di balik cerita ringan tentang kebiasaan makan tersebut, Tomei mengungkapkan bahwa kesempatan bekerja bersama Neeson menjadi salah satu alasan utama dirinya tertarik membintangi The Mongoose. Baginya, Neeson bukan hanya aktor legendaris, tetapi juga sosok yang memiliki selera humor kuat.
“Keseluruhan proyek ini benar-benar tentang Liam dan kesenangan bekerja dengannya. Tentu saja, dia seorang legenda. Namun, ketika Anda bertemu dan berbicara dengannya, dia sangat lucu. Banyak humor itu juga muncul dalam film,” tutur Tomei.
Ia menilai naskah film garapan sutradara Mark Vanselow tersebut dirancang dengan baik karena mampu memadukan aksi menegangkan dan komedi, termasuk dialog-dialog jenaka yang memperkuat cerita.
Tomei mengaku telah lama mengagumi Neeson, bahkan sejak penampilan aktor tersebut dalam kebangkitan pementasan drama Anna Christie pada 1993.
“Saya sudah lama mengaguminya. Film ini tampaknya akan menghadirkan banyak aksi dan keseruan, sekaligus membawa cerita yang sulit disampaikan melalui genre lain,” katanya.
Menurut Tomei, The Mongoose juga menawarkan pendekatan menarik untuk mengangkat trauma perang dan pengalaman para veteran militer Amerika Serikat, tanpa kehilangan daya tarik sebagai hiburan bagi penonton.
“Saya pikir ini cara yang sangat baik untuk menceritakan trauma perang dan apa yang dialami para pahlawan Amerika kita, sekaligus menjadikannya tontonan yang sangat menghibur dengan aktor luar biasa di pusat ceritanya,” ujarnya.
Dalam film tersebut, Neeson memerankan Ryan “Fang” Flanagan, seorang veteran tempur yang dihormati tetapi dituduh melakukan pembunuhan. Sementara itu, Tomei berperan sebagai Tara, mantan istri Fang yang mengkhawatirkan keadaan dirinya.
Terdesak dan merasa tidak memiliki apa-apa lagi untuk dipertahankan, Fang kemudian memimpin pengejaran mobil lintas negara untuk menghindari aparat penegak hukum. Dalam pelariannya, ia mendapat bantuan dari rekan-rekan seperjuangan serta dukungan masyarakat yang bersimpati terhadap nasibnya.
Perpaduan aksi, komedi, dan drama tentang trauma perang menjadi daya tarik utama film tersebut. Kehadiran Neeson sebagai aktor utama juga menjadi salah satu alasan Tomei menerima tawaran untuk terlibat dalam proyek ini.
Di luar layar, cerita Tomei tentang kebiasaan Neeson menyambangi Nobu memperlihatkan sisi sederhana sang aktor. Di tengah kesibukan syuting di negeri yang jauh dari rumah, Neeson tampaknya memilih tetap setia pada restoran yang sudah dikenalnya, sementara Tomei lebih tertarik mencoba pengalaman kuliner baru.


















