Siap-siap! 9 Dewa Gitar Legendaris Indonesia Turun Gunung Panaskan Konser Guns N’ Roses di Jakarta
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Sembilan gitaris legendaris Indonesia dari lintas generasi akan disatukan dalam satu panggung bersejarah. Mengusung nama 9 Dewa Gitar, proyek kolaborasi yang digagas Rajawali Indonesia ini akan menjadi penampilan spesial pembuka konser Guns N’ Roses World Tour Jakarta 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, pada 21 November 2026.
Kesembilan gitaris tersebut merupakan musisi yang telah mewarnai perjalanan musik rock Tanah Air selama puluhan tahun. Mereka adalah Ian Antono dari God Bless dan Gong 2000, Eet Sjahranie dari Edane, John Paul Ivan dari Boomerang, Dewa Budjana dari GIGI, Totok Tewel dari Elpamas, Edi Kemput dari Grass Rock, Pay Burman dari Slank dan BIP, Azis MS dari Jamrud, serta Rhoma Irama dari Soneta.
Pertemuan sembilan maestro gitar dalam satu panggung ini menjadi upaya merangkum perjalanan panjang musik Indonesia melalui permainan, karakter, dan identitas musikal yang berbeda-beda.
Bukan sekadar menghadirkan deretan gitaris ternama, 9 Dewa Gitar juga dirancang sebagai pertemuan lintas generasi yang menyatukan kekuatan musik rock Indonesia dalam sebuah pertunjukan istimewa.
Kemegahan pertunjukan ini semakin lengkap dengan kehadiran sejumlah musisi legendaris lainnya. Rere Reza dari Grass Rock akan mengisi posisi drum, Shadu Rasjidi dari DeadSquad dan Infernal Lamentations pada bass, serta Rio Ricardo sebagai pemain keyboard.
Sementara itu, posisi vokal akan diisi tiga nama yang juga memiliki rekam jejak panjang di industri musik Indonesia, yakni Roy Jeconiah dari Boomerang, Achmad Albar dari God Bless, dan Krisyanto dari Jamrud.
Kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan perpaduan karakter musikal yang kuat, sekaligus menjadi panggung perayaan bagi perjalanan musik rock Indonesia.
Kehadiran 9 Dewa Gitar memiliki makna tersendiri. Sebelum menyambut Guns N’ Roses, salah satu band rock paling berpengaruh di dunia, panggung Jakarta akan lebih dahulu menjadi tempat berkumpulnya para gitaris yang turut membentuk sejarah musik Indonesia.
Kesembilan gitaris itu berasal dari generasi yang tumbuh dan berkarya ketika musik rock dunia mengalami masa kejayaan pada dekade 1980-an hingga 1990-an. Periode tersebut juga menjadi bagian penting dari perjalanan Guns N’ Roses dalam membangun pengaruh globalnya.
Founder Rajawali Indonesia, Anas Alimi, mengatakan gagasan 9 Dewa Gitar muncul ketika pihaknya mengkurasi musisi Indonesia untuk mengisi posisi penampil pembuka konser Guns N’ Roses.
“9 Dewa Gitar ini tercetus saat saya dalam proses memilih dan mengkurasi musisi Indonesia untuk opening act, banyak sekali opsinya. Jadi saya pilih untuk menyandingkan 9 gitaris legendaris di industri musik Indonesia,” ujar Anas.
Ia memberikan keleluasaan kepada para gitaris untuk menentukan kombinasi lagu yang akan dibawakan. Dengan demikian, materi pertunjukan diharapkan lahir dari proses kreatif dan latihan para musisi itu sendiri.
“Saya berikan ruang untuk mereka pilih kombinasi lagunya, agar apa yang ditampilkan memang benar-benar lahir dari ruang latihan mereka,” katanya.
Pendekatan tersebut menjadikan 9 Dewa Gitar bukan hanya pertemuan para musisi dalam satu panggung, melainkan juga ruang kolaborasi yang memberi kesempatan kepada mereka untuk meramu penampilan berdasarkan pengalaman dan karakter musikal masing-masing.
Bagi penggemar musik rock Indonesia, pertemuan sembilan gitaris ini menjadi kesempatan menyaksikan para maestro dari berbagai band legendaris dalam satu pertunjukan. Sementara bagi penonton konser Guns N’ Roses, penampilan tersebut akan menjadi pembuka yang mempertemukan sejarah rock Indonesia dengan salah satu nama besar dalam sejarah rock dunia.
Guns N’ Roses, Ikon Rock Dunia
Guns N’ Roses telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu band rock Amerika Serikat yang berpengaruh secara global.
Album debut mereka, Appetite for Destruction, yang dirilis pada 1987, menjadi salah satu album debut paling monumental dalam sejarah musik rock. Kesuksesan itu berlanjut melalui album Use Your Illusion I dan Use Your Illusion II, yang menempati dua posisi teratas tangga album Billboard 200.
Katalog musik Guns N’ Roses telah mencatat penjualan lebih dari 100 juta unit di seluruh dunia. Band ini juga memiliki basis pendengar global yang besar melalui platform streaming digital.
Pada Mei 2024, Appetite for Destruction resmi masuk Grammy Hall of Fame, menegaskan pengaruh album tersebut dalam perjalanan sejarah musik rekaman.
Setelah reuni yang menyita perhatian dunia, Guns N’ Roses kembali menjalani rangkaian tur berskala besar. Tur Not in This Lifetime... sebelumnya mencatat penjualan lebih dari lima juta tiket.
Saat ini, Guns N’ Roses diperkuat Axl Rose pada vokal dan keyboard, Duff McKagan pada bass, Slash pada gitar utama, Dizzy Reed dan Melissa Reese pada keyboard, Richard Fortus pada gitar ritme, serta Isaac Carpenter pada drum.
Konser di Indonesia Arena pada 21 November 2026 pun menjadi momentum pertemuan dua kekuatan musik: Guns N’ Roses sebagai ikon rock dunia dan 9 Dewa Gitar sebagai representasi perjalanan panjang musik rock Indonesia.


















