Waketum MUI KH Anwar Abbas saat menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan Kementerian Agama (Kemenag) periode 2023-2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). (Foto: Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas mengungkapkan bahwa mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut merupakan sosok pekerja keras.
Anwar Abbas mengaku menyaksikan langsung bagaimana Gus Yaqut jarang tidur karena bekerja keras untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2024 berjalan lancar.
Tak hanya itu, menurut dia, Gus Yaqut kerap mengikuti rapat sejak pagi hingga subuh untuk membahas secara terperinci pergerakan jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kesaksian tersebut disampaikan Anwar Abbas saat menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan Kementerian Agama (Kemenag) periode 2023-2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024, Anwar Abbas diketahui menjabat sebagai Naib Amirul Hajj.
Awalnya, Anwar Abbas ditanya oleh penasihat hukum Gus Yaqut mengenai apakah mantan Menag tersebut turut menghitung kebutuhan matras bagi jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina. Anwar pun membenarkan hal tersebut.
"Iya, dilakukan itu. Dilakukan. Dihitung itu saat itu," jawab Anwar Abbas.
Ketika ditanya apakah dirinya menyaksikan langsung aktivitas tersebut, Anwar kembali membenarkan. Dia kemudian menjelaskan bahwa rapat-rapat yang berlangsung hingga subuh tersebut membahas secara terperinci pergerakan jemaah haji.
"Ya, saya intinya itu menurut saya adalah bagaimana caranya supaya penyelenggaraan haji tahun 2024 itu berjalan dengan baik, berjalan dengan lancar ya," kata ketua PP Muhammadiyah ini.
Menurut Buya Anwar, Gus Yaqut berupaya meminimalkan berbagai keluhan yang mungkin muncul selama penyelenggaraan ibadah haji. Kesibukan Gus Yaqut hingga tidak memiliki waktu istirahat merupakan bentuk tanggung jawab terhadap tugasnya sebagai menteri agama.
"Kalau ada keluhan, pasti ada keluhan, tetapi diminimalisir. Kan itu yang kita digariskan oleh Gus Yaqut. Oleh karena itu, beliau saya lihat itu mungkin karena ketakutan beliau juga ya, ketakutan beliau gagal gitu ya, sehingga itulah yang menyebabkan beliau enggak tidur-tidur itu saya," lanjut Anwar.
Penasihat hukum kemudian mendalami alasan Gus Yaqut disebut tidak tidur selama menjalankan tugas penyelenggaraan ibadah haji. Buya Anwar menegaskan, menurut pandangannya, hal tersebut bukan disebabkan trauma, melainkan tanggung jawab sebagai seorang pejabat negara.
"Menurut saya enggak, ya karena tanggung jawab," jawab Anwar.
Dia menerangkan, Gus Yaqut tidak ingin dinilai gagal menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama.
"Dia tidak mau dinilai enggak bisa melaksanakan tugas dengan baik. Itu saja. Dia enggak mau lah dinilai seperti itu," tuturnya.
Dalam persidangan tersebut, Buya Anwar Abbas juga menceritakan pengalamannya bersama Gus Yaqut saat berada di Mina dan Arafah. Dia mengatakan, keduanya pernah tidur bersama di tenda jemaah haji selama menjalankan tugas dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.
Menurut Buya Anwar, kesediaan seorang menteri untuk tidur di tenda bersama jemaah merupakan hal yang patut diapresiasi.
"Ya, kami sama-sama tidur di Mina, tidur di tenda itu juga," kata Anwar.
"Tidur di tenda, ya, bagi saya ini sebuah hal yang saya apresiasi juga, seorang menteri mau selonjoran di mana? Tidak di hotel beliau ini?" lanjutnya.
Buya Anwar mengaku menginginkan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan bersedia berada di tengah-tengah jemaah.
Dengan demikian, pemimpin dapat mengetahui secara langsung kondisi yang dihadapi jemaah selama menjalankan ibadah haji.
"Enggak, di apa tuh di Mina itu, di Arafah kita juga apa. Saya terus terang ya, pengin seorang pemimpin pengin-pengin begitulah ya, yang merakyat, yang dekat dengan jemaah, sehingga mereka tahu persis apa siapa yang pemimpin mereka, siapa yang menjadi amirul hajj mereka," ujarnya.
Akademisi asal Sumbar ini juga menilai hubungan Gus Yaqut dengan jemaah haji saat itu terjalin cukup dekat.
"Dan saya melihat keintiman antara Pak Yaqut dengan jemaah cukup bagus menurut saya," kata Anwar.
Sebagai informasi, sidang lanjutan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan Kemenag periode 2023-2024 pada Kamis (29/10/2026) menghadirkan tujuh saksi yang diajukan tim penasihat hukum Gus Yaqut.
Selain Anwar Abbas, enam saksi lainnya yakni Muhammad Basori dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Jabal Rahmah Surabaya, Muhammad Asnawi, Budi Santosa, Amat Mulyoko, Muslih, dan Muhammad Irham yang merupakan petugas haji.
Persidangan tersebut dipimpin Hakim Ketua Ni Kadek Susantiani bersama dua hakim anggota.