Doa dari Rasulullah agar Terbebas dari Jeratan Utang
Abdul Rahman Ahdori
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh setiap orang, termasuk Muslim yaitu utang piutang. Sebagai makhluk sosial, meminjam uang atau berutang adalah perkara yang dianggap lumrah. Sebab sejatinya Manusia hidup saling membutuhkan dan harus saling tolong menolong.
Namun, ketika seseorang meminjam uang atau berutang kepada orang lain ia wajib membayarnya. Jika tidak, akan berdampak buruk terhadap hubungan persahabatan atau persaudaraan antara yang berutang dengan yang diutangi.
Islam sendiri telah menegaskan bahwa perkara utang tidak bisa dianggap sepele. Setiap orang wajib membayar sesuai dengan janji yang disampaikan kepada orang yang diutangi. Bahkan, dalam ajaran Islam, jika seseorang tidak membayar utang, maka ia tidak bisa masuk surga.
Karena itu, Rasulullah mengajarkan kepada umat Islam supaya membaca doa khusus agar terbebas dari utang. Riwayat al-Humaidi dalam Musnad-nya, nomor hadits 246 menjelaskan, Siti ‘Aisyah, Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah agar terlepas dari jeratan utang.
Dilansir dari NU Online, diriwayatkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid. Ternyata di sana sudah ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah.
Beliau kemudian menyapanya: Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat? Abu Umamah menjawab: Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.


















