Lupa Baca Niat Puasa, Bagaimana Hukumnya?
Abdul Rahman Ahdori
Umat Islam di seluruh dunia sedang melaksanakan puasa Ramadan 1445 H. Salah satu syarat sah puasa yaitu niat. Niat puasa harus dilafalkan sebagai tanda bahwa kita benar-benar siap melaksanakan rukun Islam yang ke-4 tersebut.
Namun terkadang, seseorang lupa melafalkan niat puasa, karena satu lain hal. Baggaimana agar puasanya tetap sah?
Dikutip erakini dari arina,id, pendapat madzhab Hanafi di anggap solutif untuk menyikapi problematika pengikut Syafi’iyah yang lalai niat di malam hari. Hal ini sebagaimana catatan Mbah Nawawi Banten yang mengutip al-Zayadi berikut:
كَمَا يُسَنُّ لَهُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ اليَوْمِ الَّذِيْ نَسِيَهَا فِيْهِ لِيَحْصُلَ لَهُ صَوْمُهُ عِنْدَ أَبِيْ حَنِيْفَةَ
Artinya: “Sebagaimana disunnahkan baginya untuk berniat puasa Ramadhan di pagi hari yang dia lalai niat di malamnya agar puasanya bisa sah di hari itu sebagaimana menurut Abu Hanifah”. (Muhammad Nawawi, Kasyifatu al-Saja, [Rembang: Maktabah al-Anwariyah, 2017], hal. 289.).
Sementara itu, Imam Abu Hanifah memang cenderung berbeda dari madzhab lain tentang tabyitun niyyat (niat puasa di malam hari), sebagaimana menurut al-Quduri dari kalangan Hanafiyah sebagai berikut:


















