Mata Elang Tenaga Pendukung Petugas Haji
Fajar WH
Bak elang, sambil berbincang dan menghisap rokok, mata Agus menyapu sekeliling ruangan. Jika ada sesuatu yang terlihat berantakan, ia langsung beranjak mengambil peralatan untuk membersihkan.
Lalu ia menata kembali agar ruangan terlihat resik dan nyaman untuk digunakan beraktivitas. Tak hanya ruangan tempat kerja, musala, ruang sekretariat, ruang rapat yang ada di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah juga tak luput menjadi sasarannya.
Saat saya berbincang, seorang teman nimbrung dan memberi informasi jika musala kantor Daker akan diadakan pengajian rutin sehabis magrib. Agus tampak terkejut.
“Mulai kapan, pak. Kami belum dapat info soalnya” tanya Agus ke teman saya.
Saya lantas membuka informasi di whatsapp grup media centre haji. Benar. Di situ ternyata sudah ada informasi terjadwal soal pengajian magriban itu.
“Mulai Selasa, mas,” jawab saya ke Agus.
Agus memang mesti tahu segala informasi yang ada di kantor Daker ini.
“Soalnya saya dan teman-teman mesti menyiapkan dan membersihkan ruangan jika memang akan ada kegiatan,” kata Agus, Senin (20/5/2024) malam.
Di markas Daker Makkah, Agus Abdul Kadir (48 tahun) adalah tenaga pendukung (Tepung) kebersihan yang ada di bagian layanan konsumsi. Pria asal Cianjur, Jawa Barat ini bersama 10 orang direkrut menjadi Tepung di markas Daerah Kerja (Daker) Makkah.
Kantor ini menjadi pusat kegiatan para petugas pelayanan ibadah haji (PPIH) di Makkah bekerja. Ada pelayanan akomodasi, media, transportasi, sekretariat, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, konsumsi, dan layanan lainnya.
Hampir setengah bulan ia menjalani tugas itu. Sistem kerja 11 tepung dibagi pershift. Setiap shift terdiri dari 3-4 orang. Mereka bekerja selama enam jam. Shift pagi bekerja mulai jam 06.00-12.00 dan begitu seterusnya.

















