Mumpung Libur, Yuk Kerjakan Salat Dhuha Biar Rezeki Ngalir Terus
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Bersyukur atas karunia Allah SWT bisa diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya melalui kesadaran dalam beraktivitas dan pendekatan spiritual yang tulus. Meski demikian, tak jarang rezeki yang dicari dengan susah payah terasa sulit untuk diraih. Dalam Islam, hal ini menjadi pengingat bahwa usaha harus selalu disertai dengan doa dan tawakal kepada Sang Pemberi Rezeki.
Salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dianjurkan dalam Islam adalah melaksanakan Salat Dhuha. Salat sunnah ini dikerjakan pada pagi hari, dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu salat Dzuhur.
Salat Dhuha memiliki berbagai keutamaan, di antaranya adalah memohon keberkahan rezeki dan menanamkan semangat positif dalam memulai hari. Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW secara konsisten melaksanakan Salat Dhuha, menjadikannya sebagai amalan sunnah yang penuh keberkahan.
Meskipun termasuk salat sunnah, artinya tidak diwajibkan, Salat Dhuha tetap memiliki nilai pahala yang tinggi bagi siapa pun yang mengerjakannya. Sementara itu, bagi yang tidak mengerjakannya, tidak berdosa namun juga tidak memperoleh keutamaan pahala yang dijanjikan.
Melalui Salat Dhuha, seorang Muslim diingatkan bahwa kunci rezeki bukan semata-mata terletak pada kerja keras, tetapi juga pada ketundukan dan kedekatan kepada Allah SWT. Memulai hari dengan salat ini bisa menjadi langkah awal menuju hari yang lebih bermakna dan diberkahi.
Di antara keutamaan Salat Dhuha yaitu menjadi sedekah semua tulang umat Manusia, sebagaimana hadist berikut ini:
عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى. (رواه مسلم)


















