JAKARTA, (ERAKINI) - Zinedine Zidane bukan hanya seorang atlet kawakan dan legenda hidup Timnas Prancis. Lebih dari sekadar itu, sosok Zidane merupakan contoh nyata bagaimana olahraga dapat mengubah persepsi tentang identitas dan agama.
Dengan latar belakangnya sebagai seorang Muslim keturunan imigran Aljazair, Zidane telah berhasil menembus batas-batas budaya dan agama melalui prestasinya di dunia sepak bola. Kehebatannya di lapangan membuat masyarakat dunia, termasuk para pecinta sepak bola, mengakui kontribusi dan pengaruhnya. Meskipun Zidane jarang membicarakan identitas keagamaannya secara terbuka, kehadirannya tetap menjadi simbol penting bagi banyak orang yang memiliki latar belakang serupa.
Salah satu puncak karier Zidane adalah membawa Prancis meraih gelar juara dunia pada Piala Dunia 1998. Dua golnya di final melawan Brasil memastikan kemenangan bersejarah bagi negaranya. Kesuksesan tersebut semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu legenda sepak bola dunia.
Namun, di balik kejayaannya di dunia olahraga, kisah Zidane sebagai seorang Muslim dengan latar belakang imigran menambah dimensi lain terhadap pengaruhnya di kancah global. Keberhasilannya membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal bakat dan keterampilan, tetapi juga tentang bagaimana olahraga dapat menjadi jembatan bagi keberagaman dan toleransi.
Hingga kini, nama Zidane tetap menjadi inspirasi bagi banyak generasi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Sosoknya membuktikan bahwa melalui kerja keras dan dedikasi, seseorang dapat melampaui batas identitas dan memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia.
Dilansir dari berbagai sumber pada Jumat (21/3/2025), Zinedine Zidane lahir pada 23 Juni 1972 di Marseille, Prancis, Zidane berasal dari keluarga imigran Muslim Aljazair. Ayahnya, Smail Zidane, dan ibunya, Malika, membawa warisan budaya dan agama yang kental, meskipun Zidane sendiri dikenal sebagai sosok yang tertutup dalam hal keyakinan.
Pemain yang dikenal dengan dribel mautnya itu tumbuh di lingkungan yang penuh tantangan. Keluarganya tinggal di kawasan padat penduduk di Marseille dan mengalami kesulitan ekonomi. Sepak bola menjadi pelarian bagi Zidane dari kehidupan sehari-hari yang keras. Ia mulai menunjukkan bakatnya sejak dini dan berhasil menarik perhatian klub-klub lokal, yang kemudian membawanya ke puncak karier sebagai pemain profesional.
Meskipun berasal dari latar belakang Muslim, Zidane dikenal tidak terlalu terbuka tentang keyakinannya. Dalam wawancara dengan The Guardian pada tahun 2004, ia menyatakan bahwa ia bukanlah seorang Muslim yang taat dalam arti menjalankan semua praktik keagamaan secara ketat. Namun, ia tetap menghormati akar budayanya dan sering berdoa sebelum pertandingan.
Ada beberapa aspek dalam hidup dan karier Zidane yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Pertama, Zidane secara konsisten menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan meskipun harus menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Mantan pemain Juventus dan Real Madrid ini tetap berkomitmen untuk berpuasa yang menunjukkan dedikasi terhadap kewajiban agamanya meskipun dalam tekanan profesional. Ini adalah contoh nyata tentang bagaimana seorang atlet dapat menjaga integritas spiritualnya sambil menjalani karier yang sangat menuntut.
Kedua, selama kariernya Zidane juga dikenal memperhatikan waktu shalat. Ia tidak ragu untuk melaksanakan shalat sebelum pertandingan jika waktunya tiba. Ini menunjukkan bahwa ia mengutamakan kewajiban agama di atas kesibukan dan tuntutan profesional. Sikap ini mencerminkan komitmen yang kuat terhadap ajaran Islam.
Ketiga, Zidane dikenal dengan ketenangannya baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia jarang terlibat dalam kontroversi dan selalu menjaga nama baik dirinya serta keluarganya. Ketenangan ini adalah salah satu teladan penting dalam Islam, yang mengajarkan umatnya untuk bersikap sabar dan menjaga martabat.
Keempat, meskipun Zidane menikahi Veronique Fernandez yang merupakan seorang wanita non-Muslim, ia tetap bangga dengan identitasnya sebagai Muslim dan keturunan Aljazair. Zidane mengakui pentingnya akar budaya dan agama dalam hidupnya, serta tidak malu untuk menunjukkan rasa bangganya terhadap latar belakang tersebut.
Kelima, sebelum pertandingan, Zidane sering kali berdoa sesuai ajaran Islam. Meskipun ia tidak banyak berbicara tentang keyakinannya, tindakan ini menunjukkan bahwa ia tetap menjadikan doa sebagai bagian dari rutinitasnya
Selain sikap dan perilakunya yang mencerminkan sebagai seorang Muslim, Zidane diketahui juga sudah menunaikan ibadah haji pada 29 Januari 2004 di tengah masa pemulihan dari cedera otot yang mengharuskannya beristirahat dari aktivitas sepak bola.
Saat berhaji, Zidane tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, bersama istri dan anak-anaknya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk melakukan ziarah ke makam Rasulullah SAW
Selama haji, Zidane terlihat mengikuti prosesi puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, yang merupakan salah satu rukun haji yang paling penting. Di sini, ia berdoa dan merenung dalam suasana spiritual yang khusyuk
Meskipun sangat tertutup dalam soal agama, Zidane telah menjadi simbol penting dalam mengubah pandangan masyarakat Prancis terhadap Islam. Sebelum kesuksesannya sebagai bintang sepak bola, keberadaan Muslim di Prancis sering kali dipandang negatif. Namun, setelah membawa tim nasional Prancis meraih kemenangan di Piala Dunia 1998, banyak orang mulai melihat Zidane sebagai representasi positif dari komunitas Muslim
Zidane memulai karier profesionalnya di AS Cannes sebelum pindah ke Bordeaux, lalu ke Juventus, dan akhirnya ke Real Madrid. Di setiap klubnya, ia menunjukkan kemampuan luar biasa sebagai playmaker dan berhasil meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama tim nasional Prancis. Prestasi ini menjadikannya salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Setelah gantung sepatu, Zidane mulai melakukan petualangan baru sebagai pelatih. Sebagai juru taktik, Zidane juga mencapai kesuksesan luar biasa dengan Real Madrid, meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut dari 2016 hingga 2018. Keberhasilannya di lapangan tidak hanya membawa kebanggaan bagi dirinya tetapi juga bagi komunitas Muslim di seluruh dunia.