Kemenag Sebut Puasa Ramadan Bangun Solidaritas Sosial
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Divisi Pelatihan Keagamaan Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Penguatan Kelembagaan (Pusbangkom SDMPK) Kementerian Agama RI, Solahudin Siregar, menekankan pentingnya memahami dua sisi dalam syariat Islam selama bulan Ramadan.
Menurutnya, ibadah puasa tidak hanya sekadar menjalankan ritual, tetapi juga memiliki dimensi substansial yang bertujuan meningkatkan kesalehan individu dan solidaritas sosial.
“Kita berada di bulan mulia di mana umat Islam melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Dalam syariat Islam, ada sisi ritual dan ada sisi substansi. Ritual seperti salat dan puasa adalah wasilah, tetapi yang utama adalah bagaimana ibadah tersebut menjadikan kita lebih peduli dan empati kepada orang lain,” ujar Solahudin seperti dikutip dari tayangan youtube Erakini Media, Senin (17/3/2025).
Ia menegaskan bahwa tujuan utama ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, melainkan membentuk karakter manusia yang lebih peduli terhadap sesama. Menurutnya, setelah Ramadan, seorang Muslim seharusnya tetap memiliki rasa kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung.
“Jangan sampai setelah Ramadan kita kembali acuh tak acuh terhadap penderitaan orang lain. Ada saudara kita yang kelaparan, tetapi kita tidak bersedia membantu. Inilah yang harus kita renungkan, apakah puasa kita benar-benar membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik?” lanjutnya.
Solahudin juga mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri dan meningkatkan solidaritas sosial.
















