Penembakan Brutal Hari Buruh di Chicago: 8 Tewas dan 50 Luka–luka
Thomas Pulungan
CHICAGO, (ERAKINI) – Gelombang kekerasan senjata kembali mengguncang Chicago, Amerika Serikat, sepanjang akhir pekan Hari Buruh. Sedikitnya delapan orang tewas dan 50 lainnya terluka dalam puluhan penembakan yang terjadi sejak Jumat (29/8) malam hingga Senin (1/9) malam waktu setempat.
Dilansir AP, Kepolisian Chicago mencatat sebanyak 58 orang menjadi korban dalam 37 insiden penembakan terpisah. Sebagian besar korban luka dilaporkan dalam kondisi baik atau cukup stabil, namun beberapa di antaranya masih dalam kondisi serius atau kritis, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun. Hingga kini, sebagian besar kasus belum berhasil mengungkap pelaku.
Data menunjukkan angka kekerasan tahun ini lebih mematikan dibandingkan peringatan Hari Buruh tahun lalu, dimana tujuh orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka.
Situasi ini menyoroti masalah kronis Chicago dalam mengendalikan kekerasan senjata, terutama di wilayah South Side dan West Side, yang kerap menjadi episentrum aksi penembakan saat libur panjang musim panas.
Menurut Rochester Institute of Technology, Chicago mencatat 573 kasus pembunuhan pada 2024 atau setara 21 per 100.000 penduduk. Angka itu memang lebih rendah 25% dibandingkan tahun 2020, namun masih menjadi salah satu yang tertinggi di Amerika Serikat.

















