Ilustrasi suhu panas terik. Cuaca panas ekstrem tak hanya terjadi di Thailand. Nemun juga di beberapa wilayah Asia lainnya seperti di Filipina, Myanmar hingga Nepal. (Foto: Freepik)
Di Filipina, sebanyak 103 kota juga mengalami kondisi bencana akibat El Nino menurut Juru bicara Satuan Tugas El Nino sekaligus Asisten Komunikasi Kepresidenan Filipina, Joey Villarama.
Adapun daerah yang terkena dampak, kata dia, yaitu Provinsi Antique, Sultan Kudarat, Basilan, Maguindanao del Sur, dan Occidental Mindoro.
Peningkatan juga terjadi di Filipina, yang mana suhu panas mencapai 47 celcius. Kondisi ini membuat sekolah-sekolah di seluruh negara disarankan untuk meliburkan kelas.
Dilansir dari Philstar, Joey Villarama mengungkapkan, "Sebenarnya Presiden kemarin sudah menyebutkan bahwa hampir seluruh Filipina terkena dampaknya. Tapi sekali lagi, dengan kadar yang berbeda-beda, sehingga pemerintah fokus memberikan bantuan, tergantung kebutuhan masing-masing provinsi."
Kemudian, diprakirakan oleh Villarama bahwa Filipina akan dilanda El Nino hingga Mei atau Juni 2024. Selain itu, indeks panas di Aparri, Cagayan, Filipina mencapai suhu terik 48 derajat Celsius pada Selasa (23/4/2024) dan menjadi rekor suhu terpanas sepanjang 2024.
Sementara itu, disampaikan oleh Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) bahwa setidaknya 30 wilayah di Filipina mengalami tingkat panas yang berbahaya pada Kamis (25/4/2024).
Villarama mengungkapkan, ada sebanyak 2.116.420 orang, termasuk petani dan nelayan, terkena dampak El Nino. Jumlah itu berdasarkan data dari Departemen Kesejahteraan Sosial Filipina.
Panas ekstrem juga menerpa Nepal. Wilayah yang dikelilingi gunung-gunung sejuk, dilaporkan mengalami peningkatan suhu yang diperkirakan akan di atas 40 derajat celsius (104F) di 2 provinsi selatan.
Bahkan, pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan kesehatan dan menyiagakan rumah sakit pada Kamis (25/4/2024) saat suhu melonjak di dataran selatannya.
Hal serupa juga terjadi di wilayah India. Wilayah tersebut juga dilaporkan tengah diterpa gelombang panas dan kelembapan pada tahun 2024 ini.
Kemudian di wilayah Asia Tenggara, tepatnya di seberang perbatasan di Myanmar, di mana pada hari Rabu (24/4/2024) suhu mencapai 45,9 derajat celcius.