Terbakar Hidup-Hidup, Korban Bom Israel di Kamp Rafah Banyak dari Kalangan Perempuan dan Anak
Akhmad Baihaqi Arsyad







Kamp itu berada di zona aman yang ditentukan. Para saksi mata mengatakan setidaknya delapan rudal menghantam kamp tersebut pada hari Minggu (26/5/2024) sekitar pukul 20.45 waktu setempat (17:45 GMT).
“Pembantaian yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel di tenda pengungsi di barat laut kota Rafah di Jalur Gaza selatan telah menyebabkan 40 orang syahid dan 65 orang terluka,” kata Mohammad al-Mughayyir, pejabat senior di badan pertahanan sipil, kepada kantor berita AFP.
Menurut pejabat Palestina, serangan terhadap kamp di Tal as-Sultan terjadi setelah pasukan Israel mengebom tempat penampungan yang menampung pengungsi Palestina di daerah lain termasuk Jabalia, Nuseirat dan Kota Gaza, menewaskan sedikitnya 160 orang lainnya.
Kantor berita Wafa, mengutip Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), mengatakan bahwa banyak dari mereka yang meninggal “dibakar hidup-hidup” di dalam tenda mereka di daerah Tal as-Sultan.
Sementara itu, pihak Militer Israel menyebut bahwa serangan terhadap Rafah tersebut menargetkan pejuang Hamas dengan menggunakan persenjataan presisi.
Pihaknya mengakui bahwa warga sipil terluka ketika kebakaran terjadi dan mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki.
Setidaknya 35.984 warga Palestina telah terbunuh dan hingga 80.643 orang terluka dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober.
Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas pada tanggal tersebut mencapai 1.139 orang, dengan puluhan orang masih ditawan.
