Di Tengah Gencatan Senjata, Trump Sebut AS Bakal Menggali Uranium Iran
Akhmad Baihaqi Arsyad
TEHERAN, (ERAKINI) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memicu perhatian global setelah menyatakan bahwa Washington berencana bekerja sama dengan Iran untuk ‘menggali dan memindahkan’ uranium yang diperkaya yang terkubur pasca serangan militer gabungan AS-Israel sebelumnya.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menegaskan bahwa ke depan “tidak akan ada pengayaan uranium” di Iran. Ia juga mengklaim bahwa material nuklir yang terkubur tersebut belum tersentuh sejak serangan besar pada Juni lalu.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan yang lebih luas dengan Teheran, termasuk kemungkinan pembahasan terkait pelonggaran tarif dan sanksi ekonomi. “Kami sedang, dan akan, membicarakan keringanan tarif dan sanksi dengan Iran,” ujar Trump.
Meski pernyataan ini terdengar signifikan, hingga kini pihak Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana “penggalian uranium” tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ini bagian dari kesepakatan nyata, atau sekadar strategi tekanan diplomatik dari Washington?
Isu uranium sendiri menjadi inti konflik antara kedua negara, terutama terkait kekhawatiran Barat terhadap potensi pengembangan senjata nuklir.
















