Kisah Para Pencari Barang Tercecer Jemaah Haji Indonesia
Fajar WH
MADINAH, (ERAKINI) - Khozinurrahman dan teman-temannya langsung masuk begitu bus yang ditumpangi jemaah kosong. Ada 10 bus yang membawa 392 jemaah kloter JKG-01 (Jakarta) yang hari itu tiba dari Madinah ke Makkah. Ini adalah kedatangan pertama rombongan jemaah haji dari Madinah.
Khozin –panggilannya- dan tim memeriksa setiap sudut bus dengan telaten. Jika dalam penyisirannya dianggap aman alias tak ada barang-barang jemaah yang tertinggal, bus segera diarahkan segera meninggalkan lokasi tempat hotel jemaah haji bermalam.
Namun saat itu, ada jemaah haji yang keluar dari hotel menghampirinya. "Handphone saya tidak ada,” kata jemaah itu kepada petugas bagian lain, Senin (20/5/2024).
Petugas ini lantas menghubungi petugas layanan transportasi. Setelah ditanya bus nomor yang ditumpangi, Khozin dan timnya yang menjadi petugas di layanan transportasi lantas berkoordinasi dengan petugas bagian lainnya lagi.
Khozin heran karena saat penyisiran di bus 5 yang dinaiki jemaah itu tak ada satu pun barang yang tertinggal. “Waktu itu tidak ada itu HP,” katanya.
Rupanya bus nomor 5 sudah melesat sekitar 15 kilometer dari lokasi. Beberapa menit berkoordinasi, lalu diketahuilah nomor bus, lengkap dengan manifest sopir, dari nama sammpai nomor teleponnya.
Timnya lantas menghubungi sang sopir menanyakan keberadaan handphone di kursi jemaah tadi. Bus berhenti dan mencari barang di kursi yang ditumpangi jemaah tadi. Setelah dicari-cari handphone itu ketemu. Barang itu ternyata terselip di sela-sela jok kursi penumpang.
Sang sopir lantas mengantar barang itu ke hotel. Khozin lantas menyerahkan handphone itu kepada pemilik di kamarnya. “Jemaah berterima kasih membungkuk, mau memberikan uang (tips) kepada saya. Tapi kan tidak boleh menerima uang dari jemaah," katanya.
Teman Khozin membenarkan. Petugas, kata dia, tak boleh menerima uang sepersenpun dari jemaah. “Melayani, tanggung jawabnya kan mencari apapun barang jemaah yang hilang, dan harus kembali. Tugasnya harus mengembalikan. Walaupun kesalahan jamaah, tapi mereka tidak boleh disalahkan," katanya lagi.

















