MAKKAH, (ERAKINI) - Senyum sumringah dan penyambutan hangat mengiringi kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia di Kota Makkah, Kamis (30/4/2026) siang Waktu Arab Saudi (WAS). Sebanyak 360 jemaah haji dari kloter YIA 1 asal Yogyakarta tiba di Al Asalah Al Bakiyah Hotel yang berada di kawasan Misfalah.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambary, Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan perwakilan Syarikah. Suasana haru dan khidmat terasa saat lantunan salawat 'Talaal Badru' menggema di lobi hotel, menyambut langkah para jemaah memasuki Kota Suci.
Menggunakan sembilan bus, para jemaah tiba secara bertahap. Satu per satu turun dari kendaraan dan diarahkan masuk ke lobi hotel oleh petugas. Di antara mereka terdapat Mbah Sarjo, seorang jemaah lanjut usia dengan disabilitas netra, yang langsung dibantu petugas menggunakan kursi roda hingga ke kamar.
Setibanya di hotel, setiap jemaah menerima sejumlah perlengkapan, seperti mushaf Al Quran, tasbih digital, lanyard, serta gelang identitas hotel. Perlengkapan tersebut memuat informasi nama dan alamat hotel guna memudahkan jemaah apabila tersesat.
Selain itu, jemaah juga disambut dengan minuman dan camilan khas Arab Saudi sebagai bagian dari layanan penyambutan. Meski tampak lelah usai perjalanan panjang sekitar enam jam dari Madinah, para jemaah terlihat tetap antusias. Senyum dan ucapan terima kasih kepada petugas mewarnai proses kedatangan mereka.
Selanjutnya, jemaah diantar menuju kamar masing-masing dan menerima kunci kamar dari ketua rombongan.
Kepala Sektor 7 Makkah, Ronald Paul Sinyal, mengatakan dua kloter pertama yang tiba di Makkah, yakni YIA 1 dan JKG 1, ditempatkan di sektor yang sama dengan lokasi hotel yang berdekatan.
“Jemaah terlihat cukup senang,” ujar Ronald.
Saat ini, jemaah dipersilakan untuk beristirahat guna memulihkan kondisi fisik sebelum menjalani rangkaian ibadah umrah wajib di Masjidil Haram pada Kamis malam pukul 22.00 Waktu Arab Saudi atau 02.00 WIB.
Setelah itu, jemaah diimbau memperbanyak ibadah menjelang puncak haji yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.
Petugas juga mengingatkan agar jemaah menjaga kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram, mengingat pentingnya kesiapan fisik untuk menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji.