Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim menetapkan keadaan darurat asap di seluruh wilayah Serian, Sarawak, menyusul memburuknya kualitas udara. Foto: Dok Bloomberg
KUALA LUMPUR, (ERAKINI) –Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim menetapkan keadaan darurat asap di seluruh wilayah Serian, Sarawak, menyusul memburuknya kualitas udara. Kabut asap kini telah mencapai tingkat berbahaya dan mengancam kesehatan masyarakat.
Keputusan tersebut mendapat persetujuan Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim setelah mempertimbangkan dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Premier Sarawak Abang Johari Tun Openg, serta masukan dari lembaga-lembaga terkait.
Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan status tersebut memungkinkan pemerintah mengambil langkah lebih efektif untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat yang terdampak.
"Langkah-langkah yang diperlukan secara lebih efektif akan diambil untuk melindungi kesehatan serta kesejahteraan penduduk yang terdampak," kata Anwar Ibrahim dalam pernyataan resmi, dikutip Sabtu (5/9/2026(.
Pemerintah Malaysia akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan segera menjalankan langkah penanganan, termasuk mitigasi serta penyampaian informasi dan nasihat kesehatan kepada masyarakat.
Ketua Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak Douglas Uggah Embas menegaskan, status keadaan darurat tersebut hanya berlaku di Divisi Serian, bukan seluruh wilayah Sarawak.
Kondisi udara di Serian terus memburuk dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Malaysian Air Pollutant Index Management System (APIMS) yang dilaporkan Bernama pada Jumat (4/9), Indeks Pencemar Udara (IPU) di stasiun pemantauan Markas Polisi Distrik Serian mencapai 514 pada pukul 16.00 waktu setempat.
Angka tersebut masuk kategori berbahaya. Pada pagi hari, IPU di wilayah yang sama bahkan sempat mencapai 518. Penurunan kualitas udara juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Sarawak. Kuching mencatat IPU 313 atau kategori berbahaya, sedangkan Samarahan mencapai 288 dan Sri Aman 239, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Dalam sistem indeks kualitas udara Malaysia, IPU 0–50 berada dalam kategori baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, sedangkan **301 ke atas dikategorikan berbahaya**.
Kondisi tersebut membuat pemerintah memperketat langkah perlindungan terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
200 Ribu Siswa Terdampak
Dampak kabut asap juga merembet ke sektor pendidikan. Sebanyak 647 sekolah dasar dan menengah di Sarawak ditutup sementara selama lima hari, mulai Senin (7/9) hingga Jumat (11/9/2026).
Penutupan tersebut mencakup 563 sekolah dasar dengan 108.477 murid serta 84 sekolah menengah dengan 90.082 siswa. Dengan demikian, sekitar 198.559 peserta didik terdampak kebijakan tersebut.
Sekolah-sekolah yang ditutup berada di bawah pengawasan 12 kantor pendidikan distrik, yakni Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, Kanowit, Julau, dan Meradong.
Selama penutupan, kegiatan belajar mengajar dialihkan melalui Pengajaran dan Pembelajaran dari Rumah (PdPR). Jabatan Pendidikan Sarawak menyatakan keputusan tersebut diambil setelah memantau perkembangan kabut asap selama masa libur sekolah dan mempertimbangkan laporan Departemen Meteorologi Malaysia.
Kabut Asap Lintas Batas
Kabut asap yang menyelimuti Sarawak dilaporkan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia. Letak geografis Sarawak di Pulau Kalimantan membuat wilayah tersebut rentan mengalami dampak kabut asap lintas batas, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi bersamaan dengan kondisi cuaca panas dan kering.
Fenomena kabut asap lintas batas juga menjadi persoalan berulang di Asia Tenggara. Pergerakan asap dapat dipengaruhi kondisi angin dan cuaca sehingga dampaknya tidak berhenti di wilayah tempat kebakaran terjadi.
Dalam situasi saat ini, pemerintah Malaysia terus memantau perkembangan kualitas udara di Sarawak sembari menjalankan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat.