Militer Korea Selatan (Korsel) mengerahkan tambahan 990 personel dan 48 helikopter pada Rabu (26/3/2025) untuk membantu memadamkan kebakaran hutan besar yang melanda wilayah tenggara. Foto: NEWSIS via Xinhua
JAKARTA, (ERAKINI) - MiliterKorea Selatan (Korsel) mengerahkan tambahan 990 personel dan 48 helikopter pada Rabu (26/3/2025) untuk membantu memadamkan kebakaran hutan besar yang melanda wilayah tenggara negara itu sejak Jumat lalu.
Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, pengerahan pasukan tambahan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengendalikan kebakaran yang telah menghancurkan 17.000 hektare hutan dan menyebabkan kerusakan pada 209 rumah serta pabrik di wilayah yang terdampak.
Kantor berita Yonhap News melaporkan jumlah korban terus bertambah akibat gelombang kebakaran hutan yang dimulai pada Jumat dan sejak itu menghancurkan wilayah tenggara, dengan angin kencang yang menghambat upaya pemadaman kebakaran memadamkan kobaran api yang terus menyebar.
Dengan pengerahan terbaru ini, militer sejauh ini telah memobilisasi sekitar 6.000 personel dan 242 helikopter untuk membantu mengendalikan kebakaran hutan, kata kementerian tersebut.
Militer juga telah memasok sekitar 20.000 barang bantuan, seperti selimut dan paket ransum, serta 400.000 liter bahan bakar untuk mengoperasikan helikopter yang dioperasikan oleh lembaga pemerintah lainnya.
Selain itu, empat helikopter dari Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK), termasuk UH-60 Blackhawk dan CH-47 Chinook, juga akan dikerahkan di wilayah Sancheong di Provinsi Gyeongsang Selatan.
Dalam pertemuan tanggap darurat yang diadakan pada hari ini, Penjabat Menteri Pertahanan Kim Seon-ho memerintahkan dukungan proaktif bagi warga di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan, sambil menekankan pedoman keselamatan dan kesehatan bagi personel yang dikerahkan, kata kementerian tersebut.
Pejabat Dinas Kehutanan melaporkan sejaun ini jumlah korban tewas akibat gelombang kebakaran hutan yang melanda wilayah tenggara Korea Selatan telah meningkat menjadi 18 orang, dengan satu orang hilang.
Kebakaran yang bermula di Kabupaten Sancheong di Provinsi Gyeongsang Selatan itu telah menyebar ke Uiseong di dekatnya, dan bergerak ke Andong, Cheongsong, Yeongyang, dan Yeongdeok yang berdekatan, didorong oleh angin kencang dan kering.
Dari para korban, dua ditemukan di Andong, tiga di Cheongsong, enam di Yeongyang, dan tujuh di Yeongdeok, kata para pejabat. Satu orang yang tersisa hilang di Cheongsong.
Di Yeongyang, empat dari lima korban ditemukan tewas terbakar di jalan sekitar pukul 11:00 malam pada Selasa. Selain itu, sepuluh orang terluka, dengan dua diantaranya mengalami luka serius.
Pada Rabu, penjabat Presiden Han Duck-soo menyerukan upaya habis-habisan untuk membantu mencegah penyebaran kebakaran hutan yang mematikan lebih lanjut, dan menyebutnya sebagai "kebakaran hutan terburuk yang pernah terjadi," katanya.
Kata dia, sejauh ini kebakaran hutan tersebut telah menghancurkan 17.000 hektare hutan dan 209 rumah serta pabrik.
Selain rumah, api yang berkobar telah menghanguskan Kuil Goun di Uiseong, sebuah kuil kuno yang dibangun pada tahun 681 selama Dinasti Silla (57 SM-935 M). Ribuan petugas pemadam kebakaran dan puluhan helikopter serta kendaraan dikerahkan untuk memadamkan api.
Sementara itu, kementerian kehakiman mengatakan sekitar 500 narapidana di sebuah penjara di Provinsi Gyeongsang Utara dipindahkan ke fasilitas lain pada malam hari untuk menyelamatkan diri dari api.
Kementerian awalnya mempertimbangkan untuk memindahkan sekitar 3.500 narapidana dari beberapa penjara di wilayah tersebut tetapi mengurangi jumlahnya karena beberapa kebakaran telah padam.
Sebuah helikopter pemadam kebakaran dengan satu pilot juga dilaporkan jatuh pada hari Rabu saat memadamkan kebakaran hutan besar di Uiseong, sebuah daerah di tenggara Korea Selatan, hingga menewaskan sang pilot.
Helikopter tersebut jatuh di pegunungan di Uiseong yang terletak sekitar 180 kilometer di tenggara Seoul pada pukul 12:54 siang waktu setempat (10:54 WIB), menurut Layanan Kehutanan Korea.
Pilot berusia 73 tahun itu dinyatakan meninggal di tempat kejadian. "Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan," kata pihak berwenang.
Layanan Kehutanan Korea sempat menghentikan seluruh operasi helikopter pemadam kebakaran setelah kecelakaan itu. Kemudian dilanjutkan kembal mulai pukul 3.30 sore, karena kebakaran terus menyebar di Uiseong.