Iran Siap Hadapi Kemungkinan Gagalnya Kesepakatan Damai dengan AS
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Iran menyatakan siap menghadapi kemungkinan gagalnya kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS), meski terdapat indikasi menuju pengumuman nota kesepahaman (MoU) awal antara kedua negara.
Angkatan Bersenjata Iran disebut tetap berada dalam kesiapan penuh dengan mempertimbangkan rekam jejak pemerintah AS terkait perang dan berbagai tindakan agresif, termasuk potensi aksi permusuhan dari Washington maupun Israel.
Seorang sumber militer mengatakan kepada Tasnim bahwa jika AS kembali melakukan kesalahan perhitungan dan melancarkan agresi terhadap Iran, maka Washington akan menghadapi “versi ketiga konfrontasi Iran” yang diklaim berbeda dari dua perang sebelumnya dalam hal strategi, taktik, tujuan, hingga perlengkapan militer.
Di tengah ketegangan tersebut, perbedaan pendapat antara Iran dan AS terkait satu atau dua klausul dalam rancangan nota kesepahaman disebut masih berlangsung.
Sumber lain mengatakan proses penyelesaian perbedaan belum dapat difinalisasi akibat hambatan dari pihak AS. “Iran tetap bersikeras menjamin hak-hak rakyatnya,” ujar sumber tersebut dikutip Tasnim, Minggu (24/5/2026).
Iran juga telah menyampaikan kepada mediator Pakistan bahwa jika hambatan dari AS terus berlanjut, maka peluang merampungkan nota kesepahaman akan tertutup.
Upaya Diplomatik Akhiri Perang
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah melakukan pembicaraan telepon terpisah dengan para mitranya dari Arab Saudi, Qatar, dan Mesir guna membahas upaya diplomatik terbaru untuk mengakhiri perang agresi AS dan Israel terhadap Iran.
Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Araqchi memaparkan perkembangan diplomatik terbaru terkait upaya meredakan ketegangan dan menghentikan agresi yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran.
Araqchi juga berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani serta Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengenai berbagai inisiatif diplomatik dan konsultasi regional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Teheran menyebut jalur mediasi yang difasilitasi Pakistan sebagai langkah diplomatik konstruktif untuk mengakhiri agresi AS-Israel sekaligus mencegah instabilitas regional yang lebih luas.
Iran menegaskan konsultasi dengan negara-negara kawasan mencerminkan komitmennya terhadap diplomasi dan deeskalasi di tengah aksi permusuhan yang terus berlanjut.
Para pejabat Iran juga menilai mediasi Pakistan sebagai mekanisme efektif untuk mendorong dialog dan menghindari penyelesaian melalui tekanan militer maupun paksaan.
Laporan menyebutkan pesan antara Teheran dan Washington masih terus dipertukarkan melalui Islamabad. Teheran menegaskan bahwa setiap kesepahaman harus mencakup penghentian total agresi serta penghormatan terhadap kedaulatan dan hak-hak sah Iran.
Iran juga menilai diplomasi regional tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak untuk memulihkan stabilitas dan mencegah konflik yang lebih luas.

















