Serangan Drone Terbesar Ukraina Hantam 40 Pesawat Tempur Rusia, Pertahanan Militer Jebol
Thomas Pulungan







Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan sebanyak 117 drone dikerahkan dalam operasi yang disebut "Jaring Laba-Laba" oleh dinas intelijen SBU, yang berhasil menyerang 34% dari pembawa rudal jelajah strategis Rusia.
Sumber dari SBU sebelumnya mengatakan kepada BBC News bahwa perencanaan serangan ini memakan waktu satu setengah tahun, menggunakan drone yang disembunyikan dalam kabin kayu bergerak dengan atap yang dapat dibuka dari jarak jauh di atas truk. Truk-truk ini dibawa mendekati pangkalan udara dan drone diluncurkan pada saat yang tepat.
Rusia mengonfirmasi adanya serangan di lima wilayah, dan menyebutnya sebagai aksi terorisme. Sementara itu, pihak berwenang Ukraina juga melaporkan adanya serangan besar-besaran berupa drone dan rudal ke wilayahnya pada malam sebelumnya.
Serangkaian serangan ini terjadi menjelang pertemuan putaran kedua pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia yang akan berlangsung di Istanbul, Turki, pada Senin ini. Namun, harapan untuk kemajuan dalam negosiasi ini tetap rendah, karena kedua pihak masih berselisih tajam soal cara mengakhiri perang.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Saat ini, Moskow menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina, termasuk Semenanjung Krimea yang dianeksasi pada 2014.
Dalam beberapa unggahan di media sosial pada Minggu malam, Presiden Zelensky mengucapkan selamat kepada Kepala SBU Vasyl Maliuk atas "hasil luar biasa" dari operasi tersebut. Ia menyebut bahwa setiap dari 117 drone memiliki pilot masing-masing.
"Yang paling menarik, dan sekarang bisa kami umumkan secara terbuka, adalah bahwa 'kantor' operasi kami di wilayah Rusia berada tepat di sebelah kantor FSB di salah satu wilayah mereka," ujar Zelensky.
FSB merupakan badan intelijen dan keamanan dalam negeri Rusia. Zelensky juga menyatakan bahwa semua personel yang terlibat dalam operasi tersebut telah berhasil dievakuasi dari Rusia sebelum serangan dimulai.
SBU memperkirakan kerusakan terhadap armada strategis udara Rusia mencapai sekitar Rp112 triliun, dan berjanji akan mengungkapkan lebih banyak rincian dalam waktu dekat. Klaim Ukraina ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Menurut sumber di SBU, empat pangkalan udara Rusia menjadi sasaran, dua di antaranya berada ribuan kilometer dari perbatasan Ukraina, yakni:
- Belaya di wilayah Irkutsk, Siberia
- Olenya di wilayah Murmansk, Rusia barat laut
- Dyagilevo di wilayah Ryazan, Rusia tengah
- Ivanovo di wilayah Ivanovo, Rusia tengah
Sumber tersebut mengatakan bahwa pesawat Rusia yang diserang termasuk pembom strategis yang mampu membawa senjata nuklir seperti Tu-95 dan Tu-22M3, serta pesawat peringatan dini A-50. Operasi ini digambarkan sebagai “sangat kompleks dari segi logistik”.
“Awalnya SBU menyelundupkan drone FPV ke Rusia, kemudian diikuti dengan kabin kayu bergerak. Setelah berada di wilayah Rusia, drone disembunyikan di bawah atap kabin yang diletakkan di atas kendaraan kargo,” jelas sumber tersebut. “Saat waktu yang tepat tiba, atap kabin dibuka dari jarak jauh dan drone pun lepas landas untuk menyerang pesawat pembom Rusia,” lanjutnya.
Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengonfirmasi bahwa serangan ke pangkalan militer Belaya di Sredniy, Siberia, dilakukan menggunakan drone yang diluncurkan dari truk. Dalam unggahannya di Telegram, ia mengatakan bahwa lokasi peluncuran telah diamankan dan tidak ada ancaman terhadap jiwa.
Media Rusia juga melaporkan bahwa serangan lain dilakukan dengan cara serupa, yaitu drone yang keluar dari truk. Salah satu saksi terdengar mengatakan bahwa drone terbang dari truk Kamaz di dekat sebuah SPBU. Media Rusia memberitakan serangan di Murmansk dan menyatakan sistem pertahanan udara telah diaktifkan. Serangan di Irkutsk juga dilaporkan luas.
Dalam pernyataan resmi pada Minggu malam, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa lima wilayah telah menjadi target serangan udara. Pihaknya mengklaim bahwa "semua serangan berhasil digagalkan" di pangkalan militer di wilayah Ivanovo, Ryazan, dan Amur, meski pangkalan Amur tidak disebutkan oleh SBU.
Untuk wilayah Murmansk dan Irkutsk, kementerian mengakui bahwa beberapa pesawat terbakar setelah diserang drone dari lokasi terdekat. Api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa, tambah mereka. "Beberapa pelaku serangan teroris telah ditangkap," imbuhnya.
Sementara itu, pihak berwenang Ukraina menyatakan sebanyak 472 drone serta tujuh rudal balistik dan jelajah digunakan Rusia dalam serangan besar-besaran semalam ke wilayah Ukraina. Ini menjadi salah satu serangan drone terbesar yang dilakukan Rusia sejauh ini. Ukraina mengklaim telah menetralkan 385 target udara.
Dalam perkembangan lain, militer Ukraina menyatakan bahwa 12 personel mereka tewas dan lebih dari 60 lainnya terluka dalam serangan rudal Rusia terhadap pusat pelatihan militer.
Kepala pasukan darat Ukraina, Mayor Jenderal Mykhailo Drapatyi, mengundurkan diri tak lama setelah insiden tersebut. Ia mengatakan keputusannya didorong oleh rasa tanggung jawab pribadi atas tragedi ini.

