Presiden Palestina Mahmoud Abbas Minta Trump Hentikan Perang Israel-Hamas di Gaza
Akhmad Baihaqi Arsyad







Permintaan itu disampaikan oleh Presiden Abbas melalui sebuah surat yang dikirimkannya. Ia juga memuji Presiden AS Donald Trump atas upayanya untuk mencapai gencatan senjata antara Iran dan Israel serta mencegah potensi perang skala penuh di Timur Tengah.
Menurut Abbas, gencatan senjata di Gaza yang melalui AS akan "memberikan harapan kepada masyarakat di wilayah tersebut bahwa perdamaian dapat dicapai dan keadilan dapat ditegakkan, jika kemauan dan kepemimpinan yang Anda wakili hadir."
Otoritas Palestina, kata Abbas, siap bekerja sama dengan AS, Arab Saudi, dan negara-negara Arab, Islam, dan Eropa lainnya untuk mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh antara Palestina dan Israel. Ia siap berunding untuk mengakhiri pendudukan Israel dan mendirikan negara Palestina, katanya.
"Bersama Anda, kita dapat mencapai apa yang tampaknya mustahil: Palestina yang diakui, bebas, berdaulat, dan aman; Israel yang diakui dan aman; dan wilayah yang menikmati perdamaian, kemakmuran, dan integrasi," tulis Abbas.
"Kami dipenuhi dengan harapan dan keyakinan atas kemampuan Anda untuk menciptakan sejarah baru bagi wilayah kami, memulihkan perdamaian yang telah hilang selama beberapa generasi."
Sementara itu, gencatan senjata antara Israel dan Iran telah mulai berlaku pada Selasa (224/6/2025) pagi usai pertempuran penuh selama 12 hari yang dipicu oleh operasi kejutan dari Israel terhadap program nuklir Teheran.
Serangan rudal balistik Iran terhadap Israel selama 12 hari perang tersebut telah merenggut nyawa 28 orang dan melukai lebih dari 3.000 orang. Sementara korban di Iran, tercatat sebanyak 610 warga sipil tewas dan 4.700 orang terluka sepanjang 12 hari perang hingga akhirnya Iran dan Israel menyepakati gencatan senjata.
