Israel-Hamas Gencatan Senjata, Menlu Sugiono: Indonesia Siap Bantu Pulihkan Masyarakat Gaza
Thomas Pulungan







Sugiono menilai perjanjian ini sebagai momentum baik yang perlu dipertahankan. Kedua pihak diharapkan bisa memenuhi kewajiban masing-masing agar suasana tetap kondusif dan tidak memakan korban lebih lanjut.
"Semoga semua pihak benar-benar memenuhi kewajiban-kewajiban yang ada di masing-masing, sehingga tercipta satu suasana yang benar-benar mendukung dan kondusif untuk berlanjutnya gencatan senjata ini. Dan saya kira ini satu momentum yang bagus," ujar Sugiono dalam keterangannya dikutip, Jumat (17/1/2025).
Menurut Sugiono, gencatan senjata ini sesuai dengan upaya internasional yang selama ini didorong oleh Indonesia untuk menghentikan konflik di Gaza.
Indonesia siap berkontribusi dalam upaya pemulihan kehidupan masyarakat Gaza, baik melalui bantuan kemanusiaan, mendukung peran Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), maupun turut serta dalam rekonstruksi Gaza.
Kesepakatan gencatan senjata ini diumumkan pada Rabu (15/1) oleh Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, setelah melalui mediasi intensif oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.
Gencatan senjata tersebut diharapkan dapat mengakhiri agresi Israel yang telah berlangsung lebih dari 15 bulan di Jalur Gaza dan terdiri dari tiga tahap yang mulai berlaku pada Minggu (19/1).
Selain gencatan senjata, pembebasan sandera juga menjadi salah satu kesepakatan dalam perjanjian ini. Militer Israel berjanji untuk menarik pasukannya dari area-area padat penduduk ke pinggiran Gaza, sehingga memungkinkan pengungsi Palestina kembali ke rumah mereka.
