Sebuah tim peneliti asal China sukses mengembangkan sistem komunikasi terintegrasi serat optik dan nirkabel yang mendukung teknologi 6G hingga 512 Gbps. Foto: Ilustrasi/China.com.cn
JAKARTA, (ERAKINI) – Sebuah tim peneliti asal China mencetak rekor dunia baru dalam kecepatan transmisi data. Para ilmuwan sukses mengembangkan sistem komunikasi terintegrasi serat optik dan nirkabel yang mendukung teknologi 6G hingga 512 Gbps.
Dikutip dari China.com.cn, Minggu (22/2/2026), temuan baru ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature. Disebutkan, meningkatnya kebutuhan daya komputasi di pusat data kecerdasan buatan (AI) serta pengembangan jaringan nirkabel generasi berikutnya, 6G, menuntut transmisi sinyal berkecepatan tinggi dan latensi rendah dalam berbagai skenario.
Namun, perbedaan arsitektur sinyal dan perangkat keras antara sistem komunikasi serat optik dan nirkabel selama ini menyulitkan tercapainya transmisi end-to-end berkecepatan tinggi yang kompatibel pada infrastruktur yang sama. Hal ini menjadi tantangan besar bagi jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi.
Tim peneliti yang terdiri dari Peking University, Peng Cheng Laboratory, ShanghaiTech University, dan National Optoelectronics Innovation Center berhasil mengembangkan sistem komunikasi terpadu yang mampu mencapai transmisi sinyal satu kanal sebesar 512 Gbps melalui serat optik dan 400 Gbps melalui jaringan nirkabel.
Menurut Wang Xingjun, salah satu penulis korespondensi dari Peking University, sistem baru ini mendukung transmisi dual-mode melalui jaringan serat optik dan nirkabel. Sistem tersebut tidak hanya menghindari keterbatasan bandwidth dan akumulasi gangguan (noise), tetapi juga meningkatkan kemampuan anti-interferensi.
Tim juga mensimulasikan skenario akses pengguna 6G skala besar, yang menunjukkan akses video 8K real-time multikanal melalui 86 kanal secara bersamaan. Bandwidth transmisi yang dicapai lebih dari 10 kali lipat standar 5G saat ini.
Selain memungkinkan komunikasi berkapasitas sangat besar, sistem ini juga menunjukkan kinerja unggul dalam hal konsumsi energi, biaya, dan skalabilitas untuk penerapan skala besar.
Arsitektur serba-optik yang digunakan memungkinkan integrasi mulus dengan jaringan optik yang sudah ada, sekaligus mendorong konvergensi mendalam antara jaringan akses seluler dan jaringan serat optik.
Wang menambahkan, sistem baru ini memiliki potensi aplikasi signifikan pada skenario seperti stasiun basis 6G dan pusat data nirkabel. Teknologi tersebut dinilai berpotensi membentuk ulang arsitektur sistem telekomunikasi serta menjadi fondasi bagi komunikasi serat optik dan nirkabel terintegrasi berkecepatan ultra-tinggi generasi berikutnya.