Atlet ekstrem Felix Baumgartner, penerjun pertama yang melampaui kecepatan suara saat terjun sejauh 24 mil melalui stratosfer lebih dari satu dekade lalu, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan pada Kamis (17/7) di sepanjang pesisir timur Italia. Foto: Ilustrasi/Facebook Felix Baumgartner
JAKARTA, (ERAKINI) - Atlet ekstremFelix Baumgartner, penerjun pertama yang melampaui kecepatan suara saat terjun sejauh 24 mil melalui stratosfer lebih dari satu dekade lalu, meninggal dunia dalam sebuah pada Kamis (17/7) di sepanjang pesisir timur Italia. Ia meninggal dalam usia 56 tahun.
Baumgartner dilaporkan menabrak sisi sebuah kolam renang di kota Porto Sant'Elpidio saat menggunakan paralayang. Wali Kota setempat mengonfirmasi kematian Baumgartner melalui sebuah unggahan di media sosial.
“Komunitas kami sangat berduka atas kepergian tragis Felix Baumgartner, sosok terkenal dunia, simbol keberanian dan hasrat terhadap penerbangan ekstrem,” kata Wali Kota Massimiliano Ciarpella, dilansir kantor berita AP, Jumat (18/7).
Baumgartner, yang dijuluki “Fearless Felix” mengejutkan dunia pada tahun 2012 ketika ia menjadi manusia pertama yang menembus batas kecepatan suara hanya dengan tubuhnya. Ia mengenakan pakaian bertekanan dan melompat dari kapsul yang diangkat lebih dari 24 mil (39 kilometer) di atas permukaan Bumi dengan balon helium raksasa di atas wilayah New Mexico, Amerika Serikat.
Atlet asal Austria yang tergabung dalam tim Red Bull Stratos itu mencapai kecepatan 843,6 mil per jam, setara dengan 1,25 kali kecepatan suara, dalam proses pendaratan selama sembilan menit. Di satu titik, ia mengalami putaran datar yang berpotensi membahayakan saat masih dalam kecepatan supersonik, berputar selama 13 detik, menurut laporan timnya.
“Saat saya berdiri di puncak dunia, saya menjadi begitu rendah hati, saya tidak lagi memikirkan soal memecahkan rekor, tidak memikirkan soal data ilmiah. Satu-satunya hal yang saya inginkan adalah kembali dengan selamat,” katanya usai mendarat di gurun bagian timur New Mexico.
Ketinggian lompatan tersebut juga merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah skydiving, memecahkan rekor sebelumnya yang dicetak oleh Joe Kittinger pada tahun 1960, yang juga menjadi penasihat Baumgartner dalam pencapaiannya itu.
Rekor ketinggian yang dicapai Baumgartner bertahan selama dua tahun sebelum akhirnya dipecahkan oleh eksekutif Google, Alan Eustace, yang mencetak rekor baru untuk lompatan bebas tertinggi dan jarak terjauh dalam lompatan bebas.
Pada 2012, jutaan orang menyaksikan siaran langsung di YouTube saat Baumgartner dengan tenang memberikan isyarat jempol ketika keluar dari kapsul di ketinggian, lalu mengaktifkan parasutnya saat mendekati tanah dan mengangkat tangan sebagai tanda kemenangan setelah mendarat.
Baumgartner telah melakukan ribuan lompatan dari pesawat, jembatan, gedung pencakar langit, hingga landmark ikonik seperti patung Kristus Penebus di Brasil.
Pada tahun 2003, ia terbang melintasi Selat Inggris menggunakan sayap berbahan serat karbon setelah terjun dari pesawat. Dalam beberapa tahun terakhir, ia tampil bersama tim The Flying Bulls sebagai pilot helikopter atraksi dalam berbagai pertunjukan di seluruh Eropa.
Baumgartner mengatakan setelah lompatan bersejarahnya pada tahun 2012 bahwa bepergian lebih cepat dari suara adalah sesuatu yang “sulit dijelaskan karena Anda tidak benar-benar merasakannya.”
“Terkadang kita harus berada di ketinggian yang sangat tinggi untuk menyadari betapa kecilnya kita,” ucapnya.