Duduk di kursi dekat pintu darurat 11A, Ramesh menjadi satu-satunya penumpang selamat dari kecelakaan pesawat Boeing 787 Dreamliner tujuan Bandara Gatwick, London, Inggris, yang menewaskan 241 orang. Foto: Guardian/Theage/Diolah
Duduk di kursi dekat pintu darurat 11A, Ramesh menjadi satu-satunya penumpang selamat dari kecelakaan pesawat Boeing 787 Dreamliner tujuan Bandara Gatwick, London, Inggris, yang menewaskan 241 orang itu. Termasuk saudaranya, Ajay Ramesh (35) yang duduk hanya beberapa meter dari Viswash di baris yang sama kursi jendela seberang, 11J.
Keluarga mereka di Leicester sempat berharap Ajay juga selamat, namun harapan itu sirna ketika Air India mengonfirmasi bahwa 241 dari 242 penumpang di dalam pesawat telah meninggal dunia.
“Ini keajaiban bahwa setidaknya satu dari mereka selamat,” kata adik mereka, Nayan (27), kepada Daily Mail dari rumah keluarga. “Ia bilang pesawatnya jatuh dan dia tidak bisa menemukan siapa pun, kami tidak percaya. Ada darah mengalir di wajahnya,” lanjutnya.
Pesawat terbelah dua saat menghantam tanah. Ramesh duduk di bagian depan pesawat yang terpisah dari api yang melalap sebagian besar badan pesawat saat menghantam sebuah bangunan. Dari kursinya di dekat pintu darurat, Ramesh kemudian berjalan melewati reruntuhan dan masih memegang boarding pass. Ia lalu menuju jalanan pemukiman di Ahmedabad.
Pejabat kepolisian Ahmedabad, Vidhi Chaudhary, mengatakan Ramesh berhasil selamat setelah melompat keluar dari pintu darurat. Rekaman video menunjukkan Ramesh berjalan tanpa alas kaki menjauh dari reruntuhan pesawat yang terbakar tak lama setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad.
Rekaman di media sosial yang ditayangkan di saluran berita India dan diverifikasi oleh BBC juga memperlihatkan Ramesh mengenakan kaus putih berlumuran darah dan celana gelap, berjalan terpincang-pincang dan dibantu oleh petugas medis.
Orang-orang di sekitarnya bertanya di mana penumpang lainnya, dan ia menjawab, “Mereka semua ada di dalam.” Ramesh tampak mengalami memar di dada dan luka robek dalam di kedua kakinya. Matanya juga bengkak akibat paparan asap dan serpihan yang beterbangan.
Berbicara dari ranjang rumah sakit, pria berusia 40 tahun itu mengatakan kepada media India bahwa ia adalah warga negara Inggris. Ia hendak pulang ke Inggris setelah mengunjungi keluarga di India.
“Saat saya bangun, mayat-mayat ada di sekeliling saya. Saya ketakutan. Saya berdiri dan berlari. Puing-puing pesawat berserakan di mana-mana. Seseorang menarik saya dan membawa saya ke ambulans lalu ke rumah sakit,” kata Ramesh kepada Hindustan Times.
Ia sendiri tidak tahu bagaimana bisa selamat dari kecelakaan yang mengerikan itu. Pesawat tiba-tiba terbelah dan langsung meledak. “Saya tidak tahu bagaimana saya bisa selamat,” katanya.
Belum jelas apakah Ramesh berhasil keluar sebelum pesawat menghantam tanah, atau terlempar dari pesawat. “Dia bilang dia berada di pesawat yang jatuh itu, tapi awalnya tak ada yang percaya,” kata seorang pegawai Rumah Sakit Sipil Ahmedabad kepada The Telegraph. "Ia terlihat seperti seseorang yang baru saja berjalan keluar dari kobaran api,” tambahnya.
Dari gambar dan video yang beredar, ekor pesawat Air India memang terlihat tersangkut di sebuah bangunan di lokasi jatuhnya pesawat. Artinya, tidak ikut hangus terbakar seperti bagian pesawat lainnya.
Siapa Viswash Kumar Ramesh?
Dilansir Times of India, Ramesh adalah seorang warga negara Inggris keturunan India. Ia telah tinggal di Inggris selama lebih dari 15 tahun. Ia memiliki seorang istri serta anak laki-laki berusia empat tahun.
Ramesh dan saudaranya Ajaykumar berasal dari Diu, sebuah kota pesisir di India. Mereka termasuk di antara 15 warga desa Bucharwada dan Vanakbara yang ikut dalam penerbangan tersebut. Di London, kedua bersaudara itu menjalankan bisnis garmen, sambil mengelola perusahaan perikanan di Diu.