Search

Iran Tak Gentar, Menteri Energi Klaim Infrastruktur Listrik Kebal Serangan

TEHERAN, (ERAKINI) - Di tengah memanasnya konflik kawasan, pemerintah Iran menunjukkan sikap percaya diri terhadap ancaman serangan yang menyasar sektor energinya. Menteri Energi Iran, Abbas Aliabadi, menegaskan bahwa negaranya tidak mudah dilumpuhkan dibandingkan negara lain di kawasan.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah, ia menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Iran dirancang tersebar di banyak lokasi, sehingga tidak bergantung pada satu titik pusat yang rentan.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan sejumlah negara Teluk maupun Israel yang disebut memiliki sistem produksi energi lebih terpusat. Model terpusat tersebut dinilai lebih mudah menjadi target jika terjadi serangan.

Aliabadi juga mengungkapkan bahwa Iran memiliki lebih dari 150 pembangkit listrik yang tersebar di seluruh wilayahnya. Dengan distribusi seperti itu, potensi gangguan besar akibat serangan dinilai jauh lebih kecil.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik, terutama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya melontarkan ancaman untuk menyerang fasilitas energi Iran. Ancaman itu dikaitkan dengan desakan agar Teheran membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima distribusi minyak mentah dunia.

Di sisi lain, Trump juga sempat mengklaim adanya pembicaraan yang ‘sangat baik’ terkait upaya mengakhiri konflik. Namun, pihak Iran langsung membantah adanya negosiasi tersebut, memperlihatkan masih lebarnya jurang komunikasi antara kedua negara.

Dengan konflik yang telah memasuki pekan keempat, pernyataan Iran ini menjadi sinyal bahwa mereka siap menghadapi berbagai kemungkinan, sekaligus menunjukkan strategi pertahanan energi yang mereka anggap lebih tangguh dibandingkan negara lain di kawasan.