JAKARTA, (ERAKINI) - Pihak otoritas Amerika Serikat (AS) melanjutkan upaya pencarian korbankecelakaan antara pesawatjet American Airlines dan helikopter militer Black Hawk yang terjadi pada Rabu malam (29/1/2025). Setelah dilakukan penelusuran oleh tim gabungan hingga Kamis (30/1/2025), pihak ororitas AS menyimpulkan tidak ada tanda-tanda selamat.
Dilansir dari AFP, sebanyak 28 jenazah telah ditemukan, termasuk satu dari helikopterBlack Hawk. Pejabat AS menyatakan bahwa pesawat yang jatuh ke Sungai Potomac, Washington, berada dalam kondisi es dan dingin, yang semakin memperburuk peluang bertahan hidup.
"Kami sekarang beralih dari operasi penyelamatan ke operasi pemulihan," ungkap Washington Fire Chief, John Donnelly, dalam konferensi pers yang digelar di Bandara Nasional Reagan. "Pada titik ini kami tidak yakin ada yang selamat," lanjutnya.
Sebanyak 300 petugas darurat dikerahkan untuk melakukan pencarian korban dalam kondisi ekstrem, dengan suhu dingin dan angin kencang yang menyertai operasi di sekitar sungai. Meskipun tim penyelamat bekerja sepanjang malam, tantangan besar seperti es di air dan cuaca buruk menghalangi proses pencarian.
Meskipun demikian, penyebab pasti kecelakaan ini masih belum jelas. Pejabat setempat menyatakan bahwa kedua pesawat berada dalam pola penerbangan standar pada malam yang cerah dengan jarak pandang yang baik, yang memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan kesalahan teknis atau human error.
Sebelumnya, sebanyak 18 jenazah ditemukan setelah tabrakan antara pesawatjet American Airlines yang membawa 64 penumpang dan helikopterBlack Hawk milik Angkatan Darat AS. Total, 67 orang dipastikan terlibat dalam insiden ini dan kini seluruhnya dikhawatirkan tewas.
Melansir media Independent, kedua pesawat tersebut bertabrakan di udara sebelum jatuh ke Sungai Potomac. Senator Kansas Roger Marshall menyatakan, "Seluruh penumpang yang berjumlah 67 orang di kedua pesawat tersebut dikhawatirkan tewas."
Laporan CBS News menyebutkan bahwa 18 mayat telah ditemukan dari air, namun tidak ada pejabat senior Angkatan Darat di dalam helikopter tersebut. Selain itu, semua penerbangan dari dan menuju Bandara Nasional Ronald Reagan dihentikan hingga setidaknya pukul 11.00 pagi pada Kamis (30/1/2025).
Rekaman video yang diambil dari Kennedy Center menunjukkan dua set lampu yang tampak terpisah sebelum bergabung dalam sebuah bola api, yang mengonfirmasi kecelakaan tragis ini.
Presiden AS, Donald Trump, turut merespons insiden ini dengan mengungkapkan belasungkawa. "Saya telah diberitahu sepenuhnya mengenai kecelakaan mengerikan yang baru saja terjadi di Bandara Nasional Reagan," kata Trump. "Semoga Tuhan memberkati jiwa mereka," tutupnya.