Perang Semakin Memanas! Israel Bombardir Lebanon Selatan, Hizbullah Balas Luncurkan Roket
Thomas Pulungan







Aksi saling serang ini berpotensi memicu konflik yang lebih luas di kawasan tersebut, yang dapat menghambat upaya gencatan senjata di Gaza.
Hizbullah mengatakan telah menyelesaikan tahap pertama serangannya terhadap Israel dengan roket dalam jumlah besar menggunakan drone. Hal ini sebagai tanggapan atas terbunuhnya komandan Fuad Shukr pada akhir Juli.
Atas serangan ini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu segera mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan pada Minggu pagi. Sementara Menteri Pertahanan menyatakan status situasi khusus selama 48 jam.
Dikutip dari Al Jazeera, Bandara Ben Gurion sudah ditutup pada Minggu dini hari, ketika pasukan Israel menyerang Lebanon selatan. Israel mengklaim serangan ini sebagai pencegahan ketika mereka mendeteksi Hizbullah bersiap menyerang.
Militer Israel menyebut serangan ini dilakukan menyusul rencan Hizbullah meluncurkan serangan roket dan rudal dalam jumlah besar ke arah Israel. Kelompok yang didukung Iran telah berjanji untuk membalas pembunuhan seorang komandan penting mereka akhir bulan lalu.
Segera setelah itu, Hizbullah mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap Israel dengan drone dalam jumlah besar, sebagai respons awal terhadap terbunuhnya Fouad Shukur, komandan utama kelompok Hizbullah, dalam serangan di pinggiran selatan Beirut bulan lalu.
Aksi saling balas serangan terjadi ketika Mesir menjadi tuan rumah putaran baru perundingan yang bertujuan mengakhiri perang Israel melawan Hamas, yang kini memasuki bulan ke-11. Hanya, Hizbullah berjanji menghentikan pertempuran jika sudah ada gencatan senjata.
Di AS, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Sean Savett, menyebutka, Presiden Joe Biden terus memantau dan mencermati perkembangan situasi di Israel dan Lebanon.
“Atas arahannya, para pejabat senior AS terus berkomunikasi dengan rekan-rekan Israel mereka,” kata Savett, menguip AP. “Kami akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri, dan kami akan terus berupaya untuk stabilitas regional,” lanjutnya.
Dalam beberapa minggu terakhir, para diplomat dari AS dan negara-negara Eropa telah melakukan kunjungan ke Israel dan Lebanon dalam upaya meredam eskalasi yang mereka khawatirkan dapat berubah menjadi perang regional, yang berpotensi menarik AS dan Iran.
Pekan lalu, menteri pertahanan Israel menyebut telah memindahkan lebih banyak pasukan ke perbatasan Lebanon untuk mengantisipasi kemungkinan pertempuran dengan kelompok yang didukung Iran.
”Dalam tindakan membela diri untuk menghilangkan ancaman ini, (militer Israel) menyerang sasaran teror di Lebanon, yang mana Hizbullah berencana melancarkan serangan mereka terhadap Israel, warga sipil Israel,” kata Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari.
“Kita dapat melihat Hizbullah sedang bersiap melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel, sekaligus membahayakan warga sipil Lebanon,” pungkasnya.
