Ketika Perempuan Dilarang Sekolah Menengah di Afghanistan!
Akhmad Baihaqi Arsyad
KABUL, (ERAKINI) - Sejak September 2021, sebulan setelah Taliban menguasai Afghanistan, anak perempuan dilarang bersekolah di sekolah menengah, yang mengakibatkan sekitar 1,1 juta anak perempuan tidak diberi akses ke pendidikan formal dan menyebabkan ribuan ruang kelas dan gedung kosong.
“Sekolah khusus perempuan hanya aktif sampai kelas enam. Kelas-kelas lainnya, kelas tujuh hingga 12 tidak digunakan. Bangunan lainnya tidak berfungsi,” kata seorang pejabat dari Kementerian Pendidikan Afghanistan kepada Arab News yang dikutip Minggu (28/7/2024).
Afghanistan secara resmi mengakui sekitar 20.000 sekolah pada Agustus 2022, di mana hanya sekitar setengahnya yang memiliki bangunan fungsional dan sekitar 5.000 sekolah rusak setelah perang, menurut data dari kementerian pendidikan.
Sementara itu, menurut perkiraan resmi, terdapat sekitar 4.000 sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas untuk anak perempuan di negara tersebut sebelum larangan pendidikan diberlakukan.
Adakah Masa Depan Perempuan di Afganistan?
Beberapa teman Salma sempat bersekolah di Kabul bersama kakak perempuan mereka sebelum Taliban menangguhkan pendidikan bagi anak perempuan. Namun setelah larangan tersebut diberlakukan hampir 3 tahun lalu, mereka berhenti bersekolah sama sekali.

















