Anak-anak mengamati rumah mereka yang rusak setelah banjir besar di provinsi Baghlan di Afghanistan utara, Sabtu (11/5/2024). (Foto: AP/Mehrab Ibrahimi)
JAKARTA, (ERAKINI) - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Afghanistan pada Sabtu (11/5/2024) bertambah melebihi 300 orang. Selain itu 1.000 rumah hancur akibat terjangan air dari banjir bandang tersebut.
Hal itu disampaikan oleh The United Nations World Food Programme (WFP) pada Sabtu (11/5/2024). Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa itu mengatakan bahwa banjir telah menewaskan lebih dari 300 orang di provinsi Baghlan yang paling parah terkena dampaknya, di mana lebih dari 1.000 rumah hancur.
"Berita terkini: Banjir bandang melanda #Afghanistan, menewaskan lebih dari 300 orang di Baghlan dan menghancurkan lebih dari 1000 rumah. Ini adalah salah satu dari sekian banyak banjir selama beberapa minggu terakhir, akibat curah hujan yang luar biasa deras," kata WFP yang dikutip Erakini dari media sosial X @WFP_Afghanistan, Sabtu (11/5/2024).
WFP mengatakan pihaknya mendistribusikan biskuit yang diperkaya kepada para penyintas salah satu dari banyak banjir yang melanda negara itu selama beberapa minggu terakhir.
Sementara itu, menurut pihak Kementerian Dalam Negeri Taliban, pada Sabtu (11/5/2024) jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut adalah 153 orang. Sementara 138 orang di 3 provinsi luka-luka dalam banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat, sebagaimana dilansir dari Aljazeera.
Juru bicara kementerian Abdul Mateen Qani, pada Sabtu (11/5/2024) menyebutkan bahwa jumlah korban luka sebanyak 138 orang di 3 provinsi, kantor berita Reuters melaporkan.
Juru bicara utama pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan dalam sebuah posting media sosial pada hari Sabtu (11/5/2024) bahwa “ratusan… telah meninggal karena bencana banjir ini, sementara sejumlah besar lainnya menderita luka-luka”.
Selain Baghlan, provinsi Badakhshan di timur laut, Ghor tengah, dan Herat barat juga terkena dampak parah, tulisnya di X, seraya menambahkan bahwa “kehancuran besar-besaran” telah mengakibatkan “kerugian finansial yang signifikan”.
Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari Sabtu bahwa lebih dari 200 orang tewas dan ribuan rumah hancur atau rusak di Baghlan saja.
Pihak angkatan udara telah mulai mengevakuasi orang-orang dan memindahkan lebih dari 100 orang yang terluka ke rumah sakit militer, kata Kementerian Pertahanan Taliban pada hari Sabtu (11/5/2024), tanpa menyebutkan dari provinsi mana.
Sebelumnya, hujan deras pada hari Jumat (10/5/2024) menyebabkan banjir di beberapa wilayah di negara itu. Warga tidak siap menghadapi derasnya air yang tiba-tiba akibat hujan lebat beberapa hari terakhir, tambahnya.
Sejak pertengahan April 2024, banjir telah menewaskan sekitar 100 orang di 10 provinsi Afghanistan, dan tidak ada wilayah yang selamat, menurut pemerintah setempat. Lahan pertanian telah terendam di negara di mana 80 persen dari 40 juta penduduknya bergantung pada pertanian untuk bertahan hidup.