Sebanyak 20 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka setelah empat truk bantuan terguling menimpa kerumunan warga di Gaza tengah. Foto: Ilustrasi/Reuters via BBC
JAKARTA, (ERAKINI) - Sebanyak 20 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka setelah empat truk bantuan terguling menimpa kerumunan warga di Gaza tengah, Palestina.
Insiden tragis ini terjadi di jalan kawasan tenggara Deir al-Balah, menurut pernyataan Badan Pertahanan Sipil yang dikelola Hamas.
Kejadian bermula ketika kerumunan warga langsung menyerbu konvoi bantuan dan memanjat truk yang melintas di jalanan rusak. Jurnalis lokal menyebut, aksi tersebut menyebabkan sopir kehilangan kendali hingga truk terguling dan menimpa warga.
"Jalan di daerah itu berada di bawah kendali militer Israel dan kondisinya sangat berbahaya," ujar juru bicara Badan Pertahanan Sipil, Mahmoud Basal, dilansir BBC, Rabu (6/8/2025).
Asosiasi transportasi swasta yang kini beroperasi di Gaza menyatakan, sebanyak 26 truk komersial memasuki wilayah tersebut pada hari Selasa. Enam di antaranya dijarah, dan empat truk yang terguling menyebabkan korban jiwa.
Insiden ini terjadi di tengah upaya Israel untuk membuka akses bantuan melalui sektor swasta guna meningkatkan volume distribusi bantuan dan mengurangi ketergantungan terhadap badan-badan PBB. Barang bantuan yang diizinkan meliputi makanan bayi, buah, sayur, produk kebersihan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Hamas menyebut warga sipil sudah berminggu-minggu menunggu distribusi bantuan, sehingga sering kali terjadi desakan massa yang berujung kekacauan. "Kerumunan yang putus asa kerap menyerbu truk bantuan," kata kantor media Hamas.
Sementara itu, pada Rabu (6/8), pemerintah Yordania melaporkan bahwa sekelompok pemukim Israel menyerang konvoi bantuan kemanusiaan berisi 30 truk yang menuju Gaza.
Konvoi itu baru saja melintasi perbatasan dan hendak menuju penyeberangan Zikim ketika para pemukim menghadangnya dan melempar batu hingga memecahkan kaca kendaraan.
"Ini memerlukan intervensi serius dari Israel. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku penghalangan konvoi bantuan," tegas juru bicara Pemerintah Yordania, Mohammad al-Momani. Ia menyebut, ini merupakan serangan kedua terhadap konvoi bantuan Yordania dalam sepekan terakhir.
Di tengah krisis, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lima kematian baru akibat kekurangan gizi, sehingga total korban kelaparan sejak pecahnya perang mencapai 193 jiwa, termasuk 96 anak-anak.
Lebih dari 100 organisasi kemanusiaan internasional dan lembaga HAM telah memperingatkan risiko kelaparan massal di Gaza dan menuding Israel menghalangi distribusi bantuan. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah adanya kelaparan dan menegaskan bahwa negaranya tidak menghambat pengiriman bantuan.
Militer Israel baru-baru ini mengumumkan pembukaan koridor kemanusiaan dan jeda taktis lokal di tiga area untuk memfasilitasi masuknya bantuan serta mengizinkan penurunan bantuan dari luar negeri.
PBB menyatakan sekitar 90% dari 2,1 juta penduduk Gaza telah mengungsi, banyak di antaranya secara berulang, dan hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Akses bantuan tetap tidak menentu dan sejumlah truk dilaporkan dijarah.
Israel meluncurkan operasi militer besar-besaran di Gaza setelah serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Sejak itu, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mencatat sedikitnya 61.020 warga Palestinatewas akibat serangan Israel.