Polisi AS Tangkap Dokter dan Asisten Pribadi Terkait Kematian Matthew Perry
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Polisi Amerika Serikat (AS) menangkap lima orang, dua diantaranya adalah dokter dan asisten pribadi Matthew Perry. Keduanya ditangkap karena diduga mencari keuntungan dalam kasus kematian Matthew Perry. Adapun penangkapan dilakukan pada Kamis (15/8/2024).
Adapun jaringan ini mencakup asisten yang tinggal di rumah, berbagai perantara, dua dokter medis, dan sumber utama pasokan narkoba yang dikenal sebagai 'The Ketamin Queen'," kata Jaksa AS Martin Estrada dalam pembacaan dakwaan.
"Para terdakwa mengambil keuntungan dari masalah kecanduan Matthew Perry untuk memperkaya diri mereka sendiri. Mereka tahu apa yang mereka lakukan salah. Mereka tahu apa yang mereka lakukan berisiko membahayakan Tuan Perry, tetapi mereka tetap melakukannya."
"Pada akhirnya, para terdakwa ini lebih tertarik untuk mengambil untung dari Tuan Perry daripada peduli dengan kesejahteraannya," bunyi dakwaan tersebut.
Jaksa menuturkan, terdakwa utama kasus ini adalah dokter Salvador Plasencia dan pengedar narkoba Jasveen Sangha. Jaksa menyebut, Salvador Plasencia dan pengedar narkoba Jasveen Sangha bekerja sama dengan dokter Mark Chavez, serta asisten Perry yang tinggal di rumahnya bernama Kenneth Iwamasa.
Ada juga seorang "broker" bernama Erik Fleming untuk mendapatkan ketamin dan menjualnya kepada Perry. Chavez, Iwasama, dan Fleming telah mengaku bersalah atas berbagai tuduhan.

















