Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat berbicara di hadapan Majelis Agung Nasional Turki pada hari Kamis (15/8/2024). (Foto: Anadolu)
TURKI, (ERAKINI) – PresidenPalestinaMahmoud Abbas mengatakan kepada parlemen Turki bahwa dirinya akan pergi ke Gaza untuk membela rakyat Palestina meski taruhannya nyawa. Hal itu disampaikan oleh Abbas di hadapan Majelis Agung Nasional pada hari Kamis (15/8/2024) ketika jumlah korban tewas warga akibat perang Israel di melampaui 40.000 orang.
Presiden Abbas telah berjanji untuk pergi ke Jalur Gaza yang terkepung. Abbas mengecam “diamnya komunitas internasional” dalam menghadapi kekejaman yang dilakukan oleh Israel. “Saya telah memutuskan untuk berangkat ke Jalur Gaza bersama seluruh saudara pemimpin Palestina,” kata Abbas dilansir dari Aljazeera, Jumat (16/8/2024).
“Saya akan bekerja dengan segenap kekuatan saya sehingga kita semua berdiri bersama rakyat kita untuk menghentikan agresi biadab ini meskipun hal itu akan mengorbankan nyawa kita. Hidup kami tidak lebih berharga dibandingkan anak terkecil di Gaza,” ucapnya.
Saat ini, wilayah Palestina berada di bawah blokade Israel yang menyesakkan. Penyeberangan Rafah di sisi Palestina, pintu gerbang antara Mesir dan Gaza, telah berada di bawah kendali Israel selama berbulan-bulan.“Ini adalah kemenangan atau kemartiran,” ucap presiden berusia 88 tahun itu kepada anggota parlemen Turki.
Abbas dan para pembantunya mengkritik Hamas, saingan gerakan Fatahnya. Namun ada upaya berkelanjutan untuk menyatukan kedua belah pihak guna mencapai persatuan Palestina.
Sebelumnya, pada bulan lalu, perwakilan Fatah dan Hamas bertemu di Beijing untuk melakukan pembicaraan rekonsiliasi.
Abbas juga menyerukan persatuan dan kesabaran setelah pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada akhir Juli, dan menyebut pembunuhan itu sebagai “tindakan pengecut”.
Hamas telah menguasai Gaza sejak tahun 2005, sementara Otoritas Palestina menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di beberapa bagian Tepi Barat yang diduduki Israel. “Gaza adalah bagian integral dari negara kesatuan Palestina. Tidak akan ada negara di Gaza sendirian. Rakyat Palestina tidak akan hancur dan tidak akan pernah menyerah,” kata Abbas pada Kamis.
“Kami akan membangun kembali Gaza dan menyembuhkan luka rakyat kami dengan dukungan negara-negara Arab dan Islam serta sekutu global, dalam kerangka negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.”
Presiden Abbas berterima kasih kepada rekannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, atas apa yang disebutnya sebagai dukungan yang berprinsip dan berani bagi rakyat Palestina. Dia juga menyerukan pertanggungjawaban atas pelanggaran yang dilakukan Israel di Gaza, di mana militer Israel telah membuat hampir seluruh penduduknya mengungsi dan mengubah sebagian besar wilayah tersebut menjadi puing-puing.
“Para pembunuh dan penjahat perang tidak akan luput dari hukuman, dan kami akan terus berjuang dan berjuang untuk mencapai keadilan di Palestina,” ujarnya.