Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra saat menerima kunjungan Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun di Jakarta. Foto: Kemenko Kumham Imipas RI
Pernyataan ini disampaikan Yusril sebagai respons terhadap laporan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, yang sebelumnya menyampaikan kondisi sejumlah mahasiswa Palestina dengan visa yang sudah kedaluwarsa.
"Apabila nanti mereka kembali ke sini, saya katakan itu tidak masalah. Kami akan segera memberikan visa baru atau memperpanjang visa yang telah diberikan kepada mereka," ujar Yusril dalam keterangannya, dikutip Minggu (2/3/2025).
Laporan dari Dubes Palestina mencatat bahwa belasan mahasiswa Palestina penerima beasiswa Indonesia sebelumnya tidak bisa meninggalkan Palestina karena situasi perang yang melanda negara tersebut. Akibatnya visa mereka tidak dapat diperpanjang sesuai waktu yang seharusnya.
Dengan kebijakan baru ini, pemerintah Indonesia memberikan solusi untuk mahasiswa-mahasiswa yang terhambat untuk melanjutkan studi.
Dalam pertemuan dengan Zuhair, Yusril juga menanyakan langkah-langkah diplomatik yang telah dilakukan Palestina dalam memperjuangkan status di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menyarankan Palestina untuk memperkuat diplomasi internasional dan mendapatkan dukungan dari negara-negara Arab agar memiliki satu pandangan yang sama dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
"Karena kita tahu bahwa secara militer tidak mungkin dilakukan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan Palestina oleh karena ketidakseimbangan militer Palestina dibandingkan dengan kekuatan Israel," jelas Yusril.
Menko Yusril juga menegaskan bahwa Indonesia terus mendukung kemerdekaan Palestina, seperti yang telah dilakukan sejak tahun 1948. Indonesia selalu konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan mendukung terbentuknya negara Palestina yang merdeka.
Pada kesempatan yang sama, Yusril juga menyinggung nasib Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang tidak dapat beroperasi akibat serangan Israel. Rumah sakit yang dibangun oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui dana donasi rakyat Indonesia itu kini berada dalam kondisi rusak parah.
Yusril berharap ada langkah konkrit yang diambil baik oleh MER-C maupun pemerintah Palestina untuk memperbaiki kondisi rumah sakit tersebut.
"Sekarang karena keadaannya rusak, apakah mau dikelola kembali oleh MER-C atau langkah apa yang dilakukan oleh pemerintah Palestina. Tapi sampai hari ini, belum ada kejelasan karena memang situasinya masih sangat tidak memungkinkan di daerah Gaza," tuturnya.
Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, mengucapkan terima kasih atas dukungan konsisten rakyat dan pemerintah Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Ia juga mengungkapkan bahwa situasi di Gaza saat ini masih sangat membutuhkan perhatian internasional, dengan ratusan ribu warga yang kehilangan tempat tinggal, kekurangan bahan makanan, dan terbatasnya akses fasilitas kesehatan.
"Ada ratusan ribu warga yang tidak memiliki tempat tinggal dan kekurangan bahan makanan serta akses fasilitas kesehatan yang minim," ungkap Zuhair.