Salah seorang jemaah asal Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Samillah Laskar Abdullah, terlihat menangis haru saat memasuki area tenda di Arafah bersama kloter BDJ 18, Senin (25/5/2026).
MAKKAH, (ERAKINI) - Sejumlah jemaah haji Indonesia mulai tiba di Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji 1447 H/2026, Senin (25/5/2026). Suasana haru menyelimuti para jemaah setibanya di lokasi wukuf. Banyak di antara mereka tak mampu membendung air mata karena akhirnya dapat menjejakkan kaki di Arafah untuk mengikuti puncak ibadah haji.
Salah seorang jemaah asal Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Samillah Laskar Abdullah, terlihat menangis haru saat memasuki area tenda di Arafah bersama kloter BDJ 18.
Dengan mata berkaca-kaca, ia terus mengucap syukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini.
"Ya Allah, ya Rasulullah, hamba sudah sampai di sini untuk melaksanakan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur," ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH), Senin (25/5/2026).
Samillah mengaku telah menyiapkan banyak doa yang akan dipanjatkannya saat menjalani wukuf di Arafah.
"Doa yang dipanjatkan banyak, untuk orang tua, untuk tetangga, pokoknya yang ada di sekitar kita," kata Samillah yang masih menangis.
Sementara itu, Kepala Kemenhaj Tanah Bumbu, Khairunnoor Juhrani, mengapresiasi fasilitas yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kepada jemaah di Arafah.
"Alhamdulillah, jemaah diberikan fasilitas terbaik. Begitu datang, langsung disambut dengan ramah," kata Khairunnoor yang juga bertugas sebagai pembimbing ibadah kloter BDJ 18.
Menurut dia, jemaah mendapatkan fasilitas tempat istirahat yang nyaman di dalam tenda, lengkap dengan sprei dan bantal.
"Toiletnya pun dekat dengan maktab," tambahnya yang akan menempati maktab 61.
Sebagai informasi, jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Arafah pada Senin pagi atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 H. Momentum tersebut menandai dimulainya fase puncak haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Selama fase Armuzna, jemaah akan menjalani prosesi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, hingga melempar jumrah.
Sebanyak 527 kloter jemaah haji Indonesia dijadwalkan bergerak secara bertahap dari Makkah menuju Arafah menggunakan bus.
Kemenhaj melalui PPIH Arab Saudi telah menyiapkan skema pemberangkatan dalam tiga gelombang perjalanan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal keberangkatan dan mengikuti arahan petugas.
"Jemaah juga diimbau mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Maria mengatakan, Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan lebih awal untuk memastikan kesiapan layanan selama fase Armuzna.
Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, pelindungan jemaah, hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.
"Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk," katanya.
Maria menjelaskan, program safari wukuf diperuntukkan bagi jemaah kategori lansia, lansia tanpa pendamping, serta lansia yang membutuhkan layanan tambahan.
"Ada lansia yang bisa menjalankan ibadah wukuf biasa. Namun, ada pula yang kondisinya harus mengikuti safari wukuf," ujarnya.