John F Kennedy, Presiden ke-35
Kennedy yang meninggal setelah ditembak pembunuh tersembunyi saat mengunjungi Dallas pada November 1963 bersama ibu negara Jacqueline Kennedy. Foto: AP/File
PENNSYLVANIA, (ERAKINI) - Rakyat Amerika dikejutkan dengan aksi penembakan terhadap Donald Trump saat kampanye terbuka Pilpres AS 2024 di Butler, Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024) waktu setempat. Mantan Presiden Amerika Serikat itu selamat setelah peluru hanya mengenai bagian telinganya.
Kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi di Amerika Serikat. Pembunuhan dan upaya pembunuhan yang menargetkan presiden atau calon presiden (capres) sudah beberapa kali dialami negara Adidaya
Berikut beberapa pembunuhan dan percobaan pembunuhan yang terjadi sejak negara itu berdiri pada tahun 1776, dikutip dari AP, Minggu (14/7/2024):
1. Abrahan Lincoln, Presiden ke-16
Lincoln adalah presiden pertama yang dibunuh. Ia ditembak oleh John Wilkes Booth pada 14 April 1865, ketika sang presiden dan istrinya Mary Todd Lincoln, menghadiri pertunjukan khusus komedi “Our American Cousin” di Ford’s Theatre Washington.
Lincoln sempat dibawa ke sebuah rumah di seberang teater untuk perawatan medis setelah ditembak di bagian belakang kepala. Namun, ia meninggal keesokan paginya.
Booth kemudian ditembak dan dibunuh pada 26 April 1865, setelah ditemukan bersembunyi di gudang dekat Bowling Green, Virginia.
2. James Garfield, Presiden ke-20
Garfield adalah presiden kedua yang dibunuh, enam bulan setelah menjabat. Dia sedang berjalan melalui stasiun kereta api di Washington pada 2 Juli 1881, saat hendak menuju New England. Ia ditembak oleh Charles Guiteau.
Alexander Graham Bell, penemu telepon, gagal menemukan peluru yang bersarang di dada Garfield menggunakan perangkat yang dirancang khusus untuk presiden. Presiden yang terluka parah itu terbaring di Gedung Putih selama beberapa minggu, hingga meninggal pada bulan September setelah dibawa ke pantai New Jersey. Sementara Guiteau dinyatakan bersalah dan dieksekusi pada bulan Juni 1882.
3. William McKinley, Presiden ke-25
McKinley ditembak setelah memberikan pidato di Buffalo, New York, pada 6 September 1901. Dia sedang berjabat tangan dengan orang-orang yang melewati garis penerima ketika seorang pria melepaskan dua tembakan ke dadanya dari jarak dekat.
Dokter awalnya memperkirakan McKinley akan pulih, tetapi gangren terjadi di sekitar luka tembak. McKinley pun meninggal pada 14 September 1901, enam bulan setelah masa jabatan keduanya.
Leon F Czolgosz, seorang pengangguran, warga Detroit berusia 28 tahun, mengakui penembakan tersebut. Czolgosz dinyatakan bersalah di pengadilan dan dihukum mati di kursi listrik pada 29 Oktober 1901.
4. John F Kennedy, Presiden ke-35
Kennedy meninggal setelah ditembak oleh pembunuh tersembunyi yang bersenjatakan senapan berkekuatan tinggi saat mengunjungi Dallas pada November 1963 bersama ibu negara Jacqueline Kennedy. Tembakan terdengar saat iring-iringan mobil presiden melewati Dealey Plaza di pusat kota Dallas.
Kennedy sempat dilarikan ke Rumah Sakit Parkland Memorial, namun akhirnya meninggal. Ia digantikan oleh Wakil Presiden Lyndon B Johnson, yang dilantik di ruang konferensi di pesawat Air Force One. Dia adalah satu-satunya presiden yang mengambil sumpah jabatan di pesawat.
Beberapa jam setelah pembunuhan tersebut, polisi menangkap Lee Harvey Oswald setelah menemukan tempat penembak jitu itu di gedung terdekat, Texas School Book Depository.
5. Gerald Ford, Presiden ke-38
Ford menghadapi dua upaya pembunuhan dalam beberapa minggu pada tahun 1975, tetapi tidak terluka dalam kedua insiden tersebut.
Dalam upaya pertama, Ford sedang dalam perjalanan ke pertemuan dengan gubernur California di Sacramento ketika murid Charles Manson, Lynette “Squeaky” Fromme menerobos kerumunan di jalan, mengeluarkan pistol semi-otomatis dan mengarahkannya ke Ford. Pistolnya tidak ditembakkan. Meski demikian, Fromme dijatuhi hukuman penjara dan dibebaskan pada tahun 2009.
17 hari kemudian, wanita lain, Sara Jane Moore, menemui Ford di luar sebuah hotel di San Francisco. Moore melepaskan satu tembakan dan gagal. Seorang pengamat meraih lengannya saat tembakan kedua dilakukan. Moore lalu dikirim ke penjara dan dibebaskan pada tahun 2007.
6. Ronalad Reagan, Presiden ke-40
Reagan meninggalkan pidatonya di Washington DC dan berjalan menuju iring-iringan mobilnya ketika dia ditembak oleh John Hinckley Jr, yang berada di antara kerumunan pada 30 Maret 1981. Tiga orang lainnya tertembak, termasuk sekretaris persnya James Brady.
Reagan juga terluka parah setelah terkena peluru revolver mengenai bagian ketiak kirinya, mematahkan tulang rusuk, hingga menusuk paru-paru. Kondisi itu menyebabkan pendarahan serius dan dia hampir meninggal saat tiba di Rumah Sakit Universitas George Washington. Dia kemudian menjalani operasi dan keluar dari rumah sakit pada 11 April.
Hinckley ditangkap dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa setelah juri memutuskan dia tidak bersalah dengan alasan kegilaan dalam menembak Reagan. Pada tahun 2022, Hinckley dibebaskan dari pengawasan pengadilan setelah hakim memutuskan dia tidak lagi membahayakan dirinya sendiri atau orang lain.
7. George W Bush, Pesiden ke-43
Bush sedang menghadiri rapat umum di Tbilisi pada tahun 2005 dengan Presiden Georgia Mikhail Saakashvili ketika sebuah granat tangan dilemparkan ke arahnya.
Dua pria berada di balik penghalang antipeluru ketika granat yang dibungkus kain itu mendarat sekitar 100 kaki jauhnya. Granat tersebut tidak meledak, dan tidak ada yang terluka. Pelaku, Vladimir Arutyunian, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
8. Robert F Kennedy, calon presiden
Kennedy sedang mencari nominasi presiden dari Partai Demokrat ketika dia terbunuh di sebuah hotel di Los Angeles, beberapa saat setelah memberikan pidato kemenangannya karena memenangkan pemilihan pendahuluan di California pada tahun 1968.
Kennedy adalah seorang senator AS dari New York dan saudara laki-laki Presiden John F Kennedy, yang dibunuh lima tahun sebelumnya. Lima orang lainnya terluka dalam penembakan itu.
Sirhan Sirhan dihukum karena pembunuhan tingkat pertama dan dijatuhi hukuman mati. Hukuman tersebut diubah menjadi penjara seumur hidup, di mana Sirhan tetap ditahan setelah permohonan pembebasannya ditolak.
9. George C Wallace, calon presiden
Wallace sedang mencari nominasi presiden dari Partai Demokrat ketika dia ditembak saat berhenti kampanye di Maryland pada tahun 1972, sebuah insiden yang membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah.
Mantan Gubernur Alabama itu dikenal karena pandangan segregasinya, yang kemudian ia tinggalkan. Arthur Bremer dinyatakan bersalah dalam penembakan tersebut dan dijatuhi hukuman penjara. Dia dibebaskan pada tahun 2007.