Perdana Menteri Palestina, Mohammed Mustafa, dan Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares. (Foto: AP).
RAMALLAH, (ERAKINI) - Pemerintah Spanyol kembali menegaskan komitmennya terhadap Palestina dengan menyoroti pentingnya rekonstruksi Jalur Gaza serta penguatan dukungan internasional. Hal ini mengemuka dalam pembicaraan antara Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa dan Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares yang berlangsung melalui sambungan telepon pada Jumat (2/1/2026).
Dalam percakapan tersebut, kedua pihak membahas kondisi terkini di Tepi Barat dan Jalur Gaza, sekaligus menekankan perlunya meningkatkan tekanan global guna mengakhiri pendudukan Israel, menghentikan kekerasan pemukim, serta memastikan pencairan dana Palestina yang masih ditahan oleh otoritas Israel.
Mustafa dan Albares juga menyoroti urgensi pelaksanaan rencana pemulihan dan pembangunan kembali Gaza, seraya menegaskan peran strategis negara-negara Eropa dalam mendukung proses tersebut. Keduanya sepakat bahwa penyatuan institusi pemerintahan Palestina di Gaza dan Tepi Barat menjadi langkah penting menuju pembentukan negara Palestina yang berdaulat, sejalan dengan resolusi internasional, termasuk Deklarasi New York yang disepakati tahun lalu.
Selain itu, pembahasan turut mencakup penguatan koordinasi bilateral serta peningkatan dukungan politik, diplomatik, dan finansial dari Spanyol kepada Palestina. Perdana Menteri Mustafa menyampaikan apresiasi atas sikap konsisten Spanyol yang terus memberikan dukungan nyata bagi perjuangan Palestina.
Sebagai catatan, Spanyol secara resmi mengakui Palestina sebagai negara pada Mei 2024, bersamaan dengan Irlandia dan Norwegia. Dalam waktu dekat, Menteri Keuangan dan Perencanaan Palestina, Estephan Salameh, dijadwalkan melakukan kunjungan ke Spanyol untuk membahas perluasan kerja sama, terutama di sektor pembangunan dan rekonstruksi.
Di sisi lain, situasi keamanan di Tepi Barat masih belum stabil. Media tahanan Palestina melaporkan adanya serangkaian operasi Israel di sejumlah wilayah, termasuk Ramallah dan Hebron, yang mengakibatkan puluhan warga Palestina ditahan dalam beberapa hari terakhir.
Memasuki awal tahun 2026, gencatan senjata selama 12 minggu antara Israel dan Hamas telah mengurangi intensitas serangan besar di Gaza. Namun, kondisi kemanusiaan masih memprihatinkan, dengan korban sipil yang terus berjatuhan serta kesulitan hidup yang diperparah oleh cuaca musim dingin.
Pada Jumat yang sama, aktris dan produser film Amerika Serikat Angelina Jolie mengunjungi perbatasan Rafah di sisi Mesir. Ia bertemu dengan petugas Bulan Sabit Merah dan menyambangi rumah sakit di Arish untuk menemui pasien asal Palestina. Hingga kini, perbatasan Rafah, satu-satunya akses Gaza ke negara selain Israel, masih ditutup, meskipun desakan untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan terus disuarakan.
Lembaga-lembaga kemanusiaan juga memperingatkan bahwa pasokan kebutuhan dasar, khususnya bahan tempat tinggal darurat, masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Gaza, bahkan selama masa gencatan senjata.