Presiden AS Joe Biden mengadakan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Kamis waktu setempat. Foto: Reuters
WASHINGTON (ERAKINI) - Presiden ASJoe Biden mengadakan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu di Gedung Putih, Kamis waktu setempat. Pertemuan ini berlangsung sehari setelah ribuan warga AS memprotes kunjungan pemimpin Israel itu.
Wakil Presiden AS Kamala Harris, yang kemungkinan akan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat pada Pemilu AS November mendatang, juga akan bertemu Netanyahu pada Kamis malam.
Kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih dilakukan setelah menyampaikan pidato pembelaan berapi-api di depan Kongres atas serangan Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 39.000 warga Palestina, dan menciptakan bencana kemanusiaan.
Beberapa anggota parlemen AS memboikot pidato tersebut, dan ribuan pengunjuk rasa berkumpul di US Capitol untuk menyerukan Washington agar menghentikan bantuan militer kepada sekutu kuatnya di Timur Tengah itu.Pengunjuk rasa juga berkumpul di depan Gedung Putih pada hari Kamis jelang pertemuan Biden dan Netanyahu.
Pemerintahan Biden terus memberikan dukungan kepada Israel di tengah perang Gaza. AS memberikan bantuan militer miliaran dolar dan memberikan dukungan diplomatik penting kepada Israel.
Namun, pejabat AS mengatakan Biden berencana mendorong Netanyahu selama pertemuan di Gedung Putih untuk menyelesaikan perjanjian gencatan senjata tiga fase dengan Hamas yang pertama kali disampaikan Biden pada bulan Mei lalu.
Menjelang pertemuan tersebut, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby yakin kesepakatan gencatan senjata di Gaza sudah hampir tercapai. “Kami yakin kesenjangan tersebut dapat dipersempit,” kata Kirby dalam pernyataan video, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (26/7/2024).
“Kami yakin sangat mendesak untuk memulangkan para sandera tersebut ke rumah bersama keluarga mereka, melakukan gencatan senjata, sehingga kami dapat berupaya menghentikan permusuhan di Gaza,” lanjutnya.
Biden dan Netanyahu juga bertemu dengan keluarga warga AS yang ditawan di Gaza sebelum perdana menteri Israel itu mengadakan pembicaraan dengan Harris, yang kemungkinan besar akan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.
Meskipun Harris relatif lebih blak-blakan dibandingkan anggota pemerintahan lainnya mengenai jumlah korban kemanusiaan di Gaza, seorang pejabat senior pemerintah membeberkan kepada wartawan bahwa tidak ada titik temu antara presiden dan wakil presiden mengenai Israel.
Gedung Putih telah mengindikasikan bahwa Biden yang sekarang tidak lagi mencalonkan diri untuk dipilih kembali, akan mengambil sikap yang lebih keras terhadap Netanyahu.
Meskipun ada kata-kata hangat selama pidato Netanyahu di sidang gabungan Kongres pada hari Rabu, kenyataannya Joe Biden dan Netanyahu telah berselisih mengenai cara perang selama beberapa waktu.
“Apa yang kami dengar dari Gedung Putih adalah Joe Biden akan lebih keras terhadap Benjamin Netanyahu kali ini,” kata Alan Fisher dari Al Jazeera.
“Anda harus melihatnya melalui sudut pandang Joe Biden yang memikirkan warisannya. Dia ingin melihat kesepakatan gencatan senjata, sesuatu yang dia dorong, sesuatu yang dinegosiasikan oleh timnya,” pungkasnya.