Unjuk rasa menolak genosida di Jalur Gaza meluas di berbagai kota Eropa di momen setahun serangan mematikan Israel terhadap warga Palestina, Senin (7/10/2024). (Foto: AP)
DUBAI, (ERAKINI) - Mantan pemimpin HamasKhaled Mashaal mengatakan kemenangan di Gaza mungkin tertunda, namun akan segera terjadi. Hal itu disampaikan oleh Mashaal dalam pidatonya yang disampaikan pada Senin (7/10/2024) pagi waktu setempat.
Mashaal mengatakan serangan pada 7 Oktober 2023 itu terjadi karena semua cakrawala politik tertutup dan sejak itu telah mencapai “hasil strategis”.
Dia berterima kasih kepada Hizbullah, Houthi dan Iran karena mendukung Hamas dan meminta negara-negara Arab untuk memberikan dukungan keuangan ke Gaza.
Mashaal mengatakan Israel membuka medan perang di Lebanon setelah gagal mencapai tujuannya di Gaza dan mengklaim bahwa Israel berkonspirasi melawan Yordania dan Mesir.
Setahun setelah 7 Oktober, Israel membuka front baru di Lebanon melawan Hizbullah, yang telah saling baku tembak dengan Israel sejak perang di Gaza dimulai. “Israel dikalahkan meskipun telah mencapai prestasi melawan Iran dan Hizbullah,” tambah Mashaal.
Mashaal menutup pidatonya dengan meminta masyarakat Gaza untuk tidak putus asa dan menjanjikan kemenangan segera.
Selama setahun terakhir di Gaza, lebih dari 40.000 orang, termasuk lebih dari 10.000 anak-anak, telah dibunuh oleh pasukan Israel, yang melakukan pembalasan tanpa pandang bulu dan tidak proporsional terhadap 1.200 warga Israel yang dibunuh oleh Hamas pada 7 Oktober.
Sementara itu, Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Al-Habash mengatakan pernyataan Mashaal adalah slogan kosong yang tidak menghasilkan apa-apa. “Kemenangan sesungguhnya adalah melindungi rakyat kami dan Hamas seharusnya bergerak menuju persatuan dengan otoritas Palestina.,” kata Al-Habash.
Secara global, orang-orang turun ke jalan untuk memprotes serangan militer mematikan Israel di Gaza dan Lebanon. Para pengunjuk rasa menyatakan kemarahan mereka terhadap agresi Israel, menuntut diakhirinya perang di Gaza, menggambarkan situasi tersebut sebagai “genosida,” dan menyerukan komunitas global untuk bertindak. Protes telah terjadi dari Timur Tengah hingga Eropa, Amerika Serikat, India, Pakistan, dan Asia Timur Jauh.
Sebelumnya, unjuk rasa menolak genosida di Jalur Gaza meluas di berbagai kota Eropa jelang satu tahun serangan mematikan Israel terhadap warga Palestina, Senin (7/10/2024). Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di kota-kota besar Eropa sejak Sabtu (5/10/2024).
Pengunjuk rasa pro-Palestina itu menyerukan gencatan senjata segera dan penghentian penjualan senjata ke Israel. Dilansir Anadolu mengutip antaranews, Minggu (6/10/2024), di Spanyol, kelompok masyarakat sipil dan partai politik sayap kiri menginisiasi aksi protes nasional selama tiga hari di lebih dari 50 kota, termasuk Madrid dan Barcelona.