Ribuan pengunjuk rasa pro Palestina berkumpul di Piazza Ostiense, Roma, Italia, Sabtu (5/10/2024). Foto: Antara/Anadolu
JAKARTA, (ERAKINI) - Unjuk rasa menolak genosida di Jalur Gaza ,meluas di berbagai kota Eropa jelang satu tahun serangan mematikan Israel terhadap warga Palestina, Senin (7/10). Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di kota-kota besar Eropa sejak Sabtu (5/10/2024).
Pengunjuk rasa pro-Palestina itu menyerukan gencatan senjata segera dan penghentian penjualan senjata ke Israel. Dilansir Anadolu mengutip antaranews, Minggu (6/10/2024), di Spanyol, kelompok masyarakat sipil dan partai politik sayap kiri menginisiasi aksi protes nasional selama tiga hari di lebih dari 50 kota, termasuk Madrid dan Barcelona.
Di Stockholm, para demonstran berbaris menuju Kementerian Luar Negeri Swedia, mengutuk tindakan Israel sebagai genosida dan menyerukan perubahan sistemik untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah.
London menyaksikan ratusan ribu orang berbaris dari Russell Square ke Downing Street, menandai demonstrasi nasional ke-20 sejak serangan Gaza dimulai.
Mantan Menteri Pertama Skotlandia, Humza Yousaf, ikut serta dalam protes, membela aksi ini dari tuduhan sebagai “pawai kebencian.”
Di Paris, ribuan orang berkumpul di Republic Square dan berbaris menuju Place de Clichy. Para pengunjuk rasa yang mengenakan keffiyeh hitam dan merah menuntut penghentian pengiriman senjata ke Israel.
Demonstrasi dukungan untuk Palestina juga digelar di Beograd, ibu kota Serbia. Massa mengecam Serbia karena menjual senjata ke Israel.
Di Basel, Swiss, sekitar 2.000 demonstran berkumpul untuk memprotes Israel. Mereka menyerukan gencatan senjata segera di Lebanon dan Gaza serta sanksi ekonomi terhadap Israel, termasuk penghentian kerja sama akademik Swiss dengan Israel.
Di Istanbul, kerumunan besar berbaris membawa bendera Palestina dan foto aktivis Turki-Amerika, Aysenur Ezgi Eygi, yang tewas bulan lalu oleh tentara Israel.
Di Roma, Italia, demonstrasi mendukung Palestina diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan. Aksi yang digelar di lapangan Piazza Ostiense tersebut menentang aturan polisi yang melarang peringatan satu tahun agresi militer Israel di Jalur Gaza.
Pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel yang menentang Israel dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Mereka menyatakan dukungan mereka kepada rakyat Palestina.
Alhasil, aksi tersebut berakhir dengan bentrokan dengan aparat keamanan ketika pengunjuk rasa meninggalkan lapangan itu, tetapi pintu keluar diblokir aparat. Polisi menyemprotkan gas air mata dan menembakkan meriam air untuk membalas lemparan botol pengunjuk rasa.
Diketahui, Israel hingga kini masih melanjutkan serangan tak kenal henti di Jalur Gaza meski Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan resolusi gencatan senjata.
Sejak serangan 7 Oktober 2023, lebih dari 41.800 orang telah tewas, dimana sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta hampir 97.000 lainnya terluka. Serangan Israel juga telah menyebabkan hampir seluruh penduduk wilayah Gaza mengungsi.