Sepakat! Indonesia-Kenya Jalin Kerja Sama Sektor Kesehatan
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Kenya sepakat menjalin kerja sama bilateral di sektor kesehatan berupa implementasi regulasi produk farmasi dan transfer teknologi vaksin.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Kenya yang disiarkan secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (21/8/2023).
"Saya telah menyampaikan komitmen Indonesia melalui 'Indonesian Aid' untuk Kenya di bidang kesehatan, ketahanan pangan, penanganan bencana. Ke depan ini akan terus ditingkatkan, khususnya untuk sektor yang menjadi prioritas Kenya," kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi mencatat kerja sama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan kedua negara dan juga kerja sama antara Bio Farma dan Biovax dengan Generics Africa Ltd terkait vaksin dan produk farmasi.
Presiden Republik Kenya William Ruto, dalam kesempatan itu, mengatakan bahwa kedua negara telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Kenya Pharmacy and Poisons Board dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.
Kerja sama bilateral tersebut, kata William, memfasilitasi penguatan promosi, pengembangan, dan implementasi kerja sama regulasi di bidang produk farmasi.
Selain itu, lanjut William, Indonesia dan Kenya menandatangani kerangka kerja antara Biovax Kenya dan Perusahaan Farmasi BUMN PT Bio Farma (Persero). Hal itu untuk kerja sama transfer teknologi, pembuatan kontrak, pendaftaran, pasokan, dan portofolio pemasaran vaksin yang akan diproduksi Bio Farma di Republik Kenya.
Kerja sama tersebut, sebagaimana disebutkan dalam keterangan resmi Bio Farma, adalah menindaklanjuti hasil pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perdagangan, Investasi, dan Industrialisasi Kenya, Moses Kiarie Kuria pada 14 Juli 2023 di Nairobi, Kenya.
Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma Yuliana Indriati mengatakan bahwa kedua negara sepakat untuk mengelaborasi dan mengeksplorasi kerja sama di bidang alih teknologi, kontrak manufaktur, registrasi, suplai, dan pemasaran di pasar swasta atas portofolio vaksin yang diproduksi Bio Farma. Selain itu juga kerja sama pemberian dukungan kepada pemerintah negara masing-masing dalam rangka program hibah di sektor kesehatan.


















