Search

Keji! Israel Kembali Brutal Serang Gaza, Terbaru 70 Warga Palestina Tewas, Total Jadi 436

GAZA, (ERAKINI) - Sekitar 70 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza pada hari Rabu (19/3/2025), saat pasukan darat bergabung dalam serangan Israel di wilayah tersebut.

Hal tersebut dilaporkan oleh Koresponden Al Jazeera di Gaza. Saat ini, setidaknya ada 436 warga Palestina, termasuk 183 anak-anak, telah tewas sejak Israel menghancurkan gencatan senjata pada hari Selasa (18/3/2025), menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memperingatkan bahwa Israel dapat berperang dengan front yang lebih besar dan lebih kuat di Tepi Barat yang diduduki selain perang sengit melawan Hamas di Jalur Gaza.

Sebelumnya, Hamas mengatakan pihaknya tetap terbuka untuk negosiasi sambil menyerukan tekanan pada Israel pada hari Rabu (19/3/2025) untuk menerapkan gencatan senjata Gaza setelah pemboman paling mematikan sejak gencatan senjata yang rapuh dimulai pada bulan Januari 2025 ini.

Melansir Arab News dan AFP, Israel melakukan serangan udara baru di Gaza pada hari Rabu (19/3/2025). Serangan itu kembali menewaskan 13 orang menurut badan pertahanan sipil wilayah tersebut, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan hari Selasa adalah hanya permulaan.

PBB dan negara-negara di seluruh dunia mengutuk tingginya jumlah korban sipil dalam serangan baru tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 400 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas.

Hamas terbuka untuk melakukan pembicaraan untuk mengembalikan gencatan senjata ke jalurnya tetapi tidak akan merundingkan ulang perjanjian yang berlaku pada tanggal 19 Januari, kata seorang pejabat dari kelompok militan tersebut.

"Hamas tidak menutup pintu untuk negosiasi tetapi kami bersikeras tidak perlu ada perjanjian baru," kata penasihat biro politik Hamas Taher Al-Nunu kepada AFP.

“Kami tidak punya syarat, tetapi kami menuntut agar pendudukan dipaksa untuk segera menghentikan agresi dan perang pemusnahannya, dan memulai tahap kedua perundingan,” imbuhnya.

Perundingan gencatan senjata yang tahap pertamanya berakhir pada awal Maret terhenti karena Israel dan Hamas yang tidak sepakat tentang apakah akan beralih ke tahap baru yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang.

Sebaliknya, Israel dan Amerika Serikat telah berupaya mengubah ketentuan kesepakatan dengan memperpanjang tahap pertama. Itu akan menunda dimulainya tahap kedua, yang dimaksudkan untuk menetapkan gencatan senjata yang langgeng dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan dengan cepat ditolak oleh Hamas, yang menuntut penerapan penuh kesepakatan awal.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 49.547 warga Palestina telah dipastikan tewas dan 112.719 terluka dalam perang Israel di Gaza. Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui jumlah korban tewas menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan warga Palestina yang hilang di bawah reruntuhan diduga tewas. Setidaknya 1.139 orang tewas di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan lebih dari 200 orang ditawan.